YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dakwah sejatinya bukan sebatas di atas mimbar maupun tulisan, tetapi seiring berjaalannya waktu, menjelma menjadi pelbagai bentuk, olahraga sepak bola, salah satunya.
Demikian yang dilakukan oleh Lembaga Seni Budaya Olahraga (LSBO) Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Nitikan yang tergabung di Komunitas Tunas Obor bersama Komunitas BadaiMu (Barisan Dakwah Islam Muhammadiyah) Kulon Progo, Selasa (27/1).
Bertanding di Lapangan Sidokabul, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, dengan peforma sangat baik. “Ini merupakan bagian program kami. PRM Nitikan membina salah satu bentuk dakwah kultural, yaitu para pencinta sepak bola,” kata Muhammad Da’i Iskandar, Ketua LSBO PRM Nitikan tersebut.
Da’i melaporkan, tim yang bertanding tersebut variatif. “Di atas 40 tahun dan tim muda. Ada antar masjid, kemudian kita orbitkan menjadi satu tim PRM,” ucapnya, menyebut menjadi agenda rutin yang berlangsung setiap hari Selasa.
“Kemudian pada waktu-waktu tertentu biasa silaturahmi kunjungan tanding. Pernah ke Dieng, wilayah Magelang, dan kemarin di November 2025 kita ke Kulon Progo,” jelasnya, menyambung kegiatan ini sebagai bentuk perekatan silaturahmi balasan. “Ini aktivis-aktivis Muhammadiyah usia di atas 40 yang masih suka sepak bola tapi fun, jadi lebih menggembirakan,” sebutnya.
Tidak hanya itu saja. Da’i mengemukakan, program LSBO PRM Nitikan dalam bentuk olahraga ada bulu tangkit dan pingpong. “Kita agendakan untuk salah satunya yaitu membuat bagian teman-teman yang suka olahraga dengan kita rekrut, kita jadikan bagian itu,” ujarnya.
Diperkuat lagi oleh Ribut Riyanto, Wakil Ketua BadaiMu Kulon Progo. “Ini memang kita menjalin silaturahmi agar bisa terjalin ukhuwah sesama dari Perserikatan Muhammadiyah,” tuturnya, sehingga dipertemukan di tanah lapang terbuka. “Ini untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan kami untuk silaturahmi ke lapangan,” tambahnya.
Saat ini, fokus yang diperkuat oleh komunitas BadaiMu Kulon Progo yaitu sepak bola. “Banyak anggotanya yang berasal dari Perserikatan Muhammadiyah sendiri. Baik dari ranting, dari cabang,” jelasnya, yang tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan ke depannya.
“Tidak hanya untuk satu dua tiga kali, tapi seterusnya, bahkan selamanya agar supaya nanti ukhuwah dari Muhammadiyah ini bisa dikembangkan melalui cabang olahraga sepak bola,” tegasnya.
Secara khusus, Ribut mengungkapkan, Komunitas BadaiMu Kulon Progo sendiri belum lama berdiri. “Sekitar bulan Maret 2025. Jadi belum ada setahun,” bebernya. Namun demikian sudah melakukan latihan bersama, baik dari organisasi Muhammadiyah yang ada di Kulon Progo ataupun di luar Kulon Progo. (Cris)

