SIDOARJO, Suara Muhammadiyah – Program Boarding SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo menggelar Mahabba & Leadership Camp di Royal Hotel Caravan dan Outbound, Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, pada (16–17/10/2026). Melalui kegiatan ini, sekolah mendorong murid memperkuat sinergi, kerja sama dalam kebaikan, dan jiwa kepemimpinan.
Direktur Program Boarding Muhammad Rijal Achsanudin menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kemampuan murid untuk bersinergi dengan berbagai pihak. Menurutnya, murid perlu mengembangkan semangat kerja sama dalam kehidupan sehari-hari.
“Salah satu tujuan kegiatan ini adalah agar murid bisa saling bersinergi dan bekerja sama dalam hal kebaikan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa murid perlu membangun hubungan yang harmonis dengan musyrif dan musyrifah, pihak sekolah, serta teman sesama murid. Dengan demikian, mereka dapat mengembangkan sikap saling mendukung dan menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Anak-anak harus bisa bersinergi dengan musyrif, musyrifah, sekolah, maupun teman sesama. Mereka juga harus mampu bekerja sama dengan siapa pun dalam hal kebaikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Smamda Sidoarjo M. Zainul Arifin menyampaikan harapannya saat membuka kegiatan tersebut. Ia mendorong seluruh murid untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan melalui pengalaman dan interaksi selama mengikuti camp.
“Saya berharap setelah menyelesaikan kegiatan ini, kalian memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat,” pesannya kepada para murid.
Selain itu, ia mengajak murid untuk mensyukuri kesempatan belajar di Program Boarding dengan menunjukkan prestasi. Menurutnya, murid perlu membuktikan rasa syukur melalui usaha nyata untuk mengembangkan potensi diri.
“Bersyukurlah dengan cara berprestasi. Kami akan terus mendorong murid Program Boarding agar mampu meraih prestasi terbaik,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi. Murid perlu mengenali karakter teman, menghargai perbedaan, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan agar dapat membangun hubungan yang positif.
Lebih lanjut, M. Zainul Arifin mengajak murid untuk membangun rasa kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa seluruh peserta perlu memperkuat ukhuwah Islamiah sebagai landasan dalam berinteraksi dan bekerja sama.
“Anggaplah kita semua sebagai keluarga. Karena itu, mari kita perkuat ukhuwah Islamiah dan saling mendukung dalam kebaikan,” ajaknya.
Ia juga mendorong setiap murid untuk membangun komitmen menjadi pribadi yang lebih baik. Komitmen tersebut perlu mereka wujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, prestasi, dan kepedulian terhadap sesama.

