Majelis PAUD Dasmen PDA Surabaya Dorong Sekolah Inklusif

Suara Muhammadiyah

24 June 2026

162
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis PAUD Dasmen Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Surabaya menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini. Bersinergi dengan Majelis Hukum dan HAM PDA Kota Surabaya, mereka menyelenggarakan Pelatihan Pendidikan Inklusi di SMAMDA Tower pada Rabu-Kamis (24-25/6/2026).

​Kegiatan strategis ini mengusung tema besar: "Menguatkan Kompetensi Pendidik dalam Membangun Pendidikan Inklusi yang Ramah dan Beradab."

​Ketua Majelis PAUD Dasmen PDA Kota Surabaya, Dra. Nurul Kartika, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali para guru agar memiliki kesiapan mental dan keilmuan yang matang dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK). Sinergi dengan Majelis Hukum dan HAM sengaja dilakukan agar para pendidik tidak hanya paham secara pedagogis, tetapi juga mengerti aspek pemenuhan hak asasi anak dalam koridor hukum.

​"Kita ingin memastikan bahwa seluruh ekosistem pendidikan di bawah naungan Aisyiyah Surabaya mampu menghadirkan lingkungan belajar yang ramah, tanpa diskriminasi, dan tetap menjaga nilai-nilai keberadaban," ujarnya.

​Langkah masif ini dirasa sangat krusial mengingat skala pengelolaan pendidikan yang berada di bawah naungan Aisyiyah Surabaya yang begitu besar. Saat ini, PDA Kota Surabaya menaungi​72 Taman Kanak-Kanak (TK) dan ​48 Kelompok Bermain (KB).

​Dengan aset lembaga yang begitu banyak, peningkatan kompetensi guru secara merata menjadi kunci utama agar kualitas pelayanan pendidikan inklusi di Kota Pahlawan dapat berjalan seragam dan optimal.

​Selama dua hari pelaksanaan di SMAMDA Tower, para peserta dibekali dengan berbagai materi, mulai dari:
Pertama, ​Identifikasi Awal: Memahami karakteristik siswa berkebutuhan khusus sejak dini.

Kedua, ​Kurikulum Adaptif: Menyusun strategi pembelajaran yang fleksibel namun tetap terarah.

Ketiga, ​Pendekatan Humanis: Membangun ruang kelas yang aman secara psikologis dan bebas dari perundungan (bullying).

"​Melalui pelatihan ini, diharapkan seluruh TK dan KB Aisyiyah di Surabaya tidak hanya menjadi tempat belajar formal, melainkan rumah kedua yang ramah, beradab, dan inklusif bagi setiap tumbuh kembang anak tanpa terkecuali," tegasnya.

Sementara itu, Ketua MHH PDA Kota Surabaya, Ely Rhodifah, S.H., M.Pd., menyampaikan pandangan mendalam mengenai pentingnya pemenuhan hak-hak anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk mendapatkan akses pendidikan yang setara dan bermartabat. Ia menekankan bahwa pendidikan inklusi bukan sekadar tren operasional sekolah, melainkan sebuah amanah undang-undang yang wajib dipenuhi.

​”Setiap anak lahir dengan keistimewaannya masing-masing, dan negara menjamin hak mereka untuk belajar tanpa diskriminasi. Melalui pelatihan ini, MHH bersinergi dengan Majelis PAUD Dasmen untuk memastikan para pendidik kita tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga paham akan payung hukum perlindungan anak serta aspek HAM yang melekat pada mereka,” tegasnya.

​Ia juga menambahkan bahwa membangun sekolah inklusi harus diimbangi dengan pemahaman regulasi agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan aman, nyaman, dan terhindar dari potensi pelanggaran hak anak.

​Kolaborasi lintas majelis ini sengaja dirancang untuk memperkuat kapasitas guru PAUD hingga pendidikan dasar di bawah naungan Aisyiyah Surabaya. Ely Rhodifah berharap, bekal yang didapatkan para peserta selama dua hari ini dapat diimplementasikan langsung di sekolah masing-masing guna menciptakan atmosfer belajar yang inklusif, diantaranya:

-​Aspek Legalitas & Perlindungan: Memberikan jaminan hukum bagi guru dan siswa dalam interaksi belajar-mengajar.
-​Penguatan Kompetensi: Mengasah kepekaan dan metode pengajaran guru agar mampu merangkul anak berkebutuhan khusus.
-​Pendidikan Beradab: Menanamkan nilai-nilai akhlakul karimah sehingga perbedaan di kelas disikapi dengan rasa saling menghargai.

​Pelatihan ini dihadiri oleh ratusan utusan dari lembaga pendidikan Aisyiyah se-Kota Surabaya dan menghadirkan para pakar psikologi, praktisi pendidikan inklusi, serta ahli hukum anak sebagai pemateri utama. (Yuda)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui konferensi pers di Kantor....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah – Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

22 September 2025

Berita

TRIPOLI, Suara Muhammadiyah – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Maktabah Indon....

Suara Muhammadiyah

15 March 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menandatangani Memor....

Suara Muhammadiyah

17 November 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Hizbul Wathan (HW) Qobilah Sarbini STIE Muhammadiyah Cilacap, me....

Suara Muhammadiyah

25 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah