Makna Sakinah, Mawaddah, Rahmah untuk Membangun Keluarga Bahagia

Publish

1 October 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1531
Doc. Istimewa

Doc. Istimewa

SOLO, Suara Muhammadiyah- Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah dr H Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes menyampaikan kajiannya pada saat mengisi pengajian pada malam Midodaren Pahargyan Pernikahan putri dari Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof Dr Sofyan Anif, MSi. Agus menyampaikan tausiyah untuk memberikan selamat sekaligus pesan bagi calon pengantin baru Dzakkia Ulul 'Azmi, S.S  dan Basyar Ihsan Arijuddin, SSi., MSc.

Agus menyampaikan bahwa jodoh itu bagian dari rahasia Allah. Dia juga mengatakan bahwa pernikahan itu dilakukan ketika persiapannya telah benar. Tidak hanya itu, Agus menyampaikan pemahaman mengenai ungkapan doa Sakinah, Mawaddah, Rahmah. Menurutnya, pemahaman sakinah, itu seperti belajar Alif Ba Ta, dengan huruf T mendapatkan sukun yang berarti tenang. Jadi keluarga sakinah itu adalah keluarga yang tenang.

"Maka ketika keluarga kita sakinah, setiap kita masuk ke dalam keluarga itu isinya ketenangan," ungkapnya, Sabtu (28/9) malam di Kediaman Rumah Rektor UMS.

Agus mengatakan, apabila memiliki permasalahan di luar, maka ketika pulang akan mendapatkan solusi dari permasalahannya. Karena keluarga itu bagian dari mendapatkan ketenangan. Selanjutnya ketika nikah diniatkan sebagai sunnah dan didoakan menjadi keluarga barokah, mudah-mudahan menjadi keluarga sakinah. Dia menekankan juga bahwa untuk sakinah itu bukan mencari pasangan yang sempurna.

Untuk mawaddah wa rahmah, Ketua PP Muhammadiyah itu mengatakan bahwa pada dasarnya keduanya adalah kasih sayang. Tetapi untuk mawaddah, kasih sayang yang disoroti pada indrawi. "Rahmah itu kasih sayang yang lebih dalam, tetap mencintai dan tetap menyayangi sekalipun untuk fisik sudah tidak menguntungkan," ujarnya.

Jika mawaddah dan rahmah bisa menyatu, lanjutnya, insyaAllah akan bisa mencapai sakinah. Dia juga menyampaikan, ketika dalam pernikahan menginginkan anak, maka anak menjadi ikhtiar karena itu adalah pemberian dari Allah. Hanya saja terkadang anak menjadi fitnah orang tua, ada pula  anak yang hanya menjadi penghias dunia.

"Maka kita ingin anak itu menjadi qurrota ayun, nek bahasane dhewek itu permata hati, nek kulo itu yang cocok itu tansah kemoto moto ati. Karena terlalu menyenangkan," pesannya. Dia juga menekankan bahwa saat ini mendidik anak menjadi sholeh sholehah ini menjadi tantangan. (Maysali/Humas/Lika) 


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Setelah mengawal pelaksanaan Pemilu substantif dan inklusif, &lsquo....

Suara Muhammadiyah

7 March 2024

Berita

  YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perkembangkan teknologi media, terutama adanya media sosial....

Suara Muhammadiyah

9 September 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah - UKM Paduan Suara Mahasiswa SSV (Sunshine Voice) Universitas Muha....

Suara Muhammadiyah

12 September 2023

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bulukumba menggelar Rapat Senat Terbuka dal....

Suara Muhammadiyah

21 May 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah melalui Pusat Studi Perbatasan dan Pesisir Universit....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah