SEMARANG, Suara Muhammadiyah - LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Malam Anugerah Insan Dakwah untuk Negeri pada Kamis malam, 29 Januari 2026, sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para dai komunitas yang selama ini setia berdakwah di tengah keterbatasan, jauh dari sorotan media dan gemerlap pujian. Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., serta sejumlah pejabat negara, di antaranya Gubernur, perwakilan Polda Jawa Tengah, Wali Kota, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Malam anugerah ini menjadi ruang penghargaan sekaligus refleksi atas perjalanan dakwah komunitas yang dijalani dengan kesabaran, keteguhan, dan keikhlasan. Dalam sambutannya, Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muchamad Arifin, menegaskan bahwa anugerah ini bukan sekadar seremoni, melainkan ungkapan rasa hormat Muhammadiyah kepada para pejuang dakwah yang selama ini bekerja dalam senyap, menguatkan iman umat di pelosok, komunitas adat, kawasan marginal, dan ruang-ruang sosial yang kerap luput dari perhatian.
“Malam anugerah ini kami gelar sebagai apresiasi kepada para pejuang dakwah komunitas yang begitu gigih, kuat, dan sabar dalam berdakwah tanpa pamrih, jauh dari pujian dan sorotan media,” ungkap Muchamad Arifin.
Ia menambahkan, para dai komunitas tersebut sejatinya tidak pernah meminta penghargaan. Namun LDK PP Muhammadiyah merasa berkewajiban “memanggil” mereka, sekadar untuk menerima penghormatan, sebagai penguat semangat agar langkah dakwah tetap istiqamah.
“Kini kami memanggil para pejuang dakwah komunitas itu untuk menerima penghargaan dari kami, dengan harapan besar semangat dakwahnya terus menyala, meskipun tetap berjalan jauh dari pujian dan liputan media,” lanjutnya.
Kehadiran pimpinan pusat Muhammadiyah dan para pejabat negara dalam malam anugerah ini menegaskan bahwa dakwah komunitas bukanlah kerja pinggiran, melainkan bagian penting dari ikhtiar kebangsaan dalam membangun peradaban yang berkeadaban, berkeadilan, dan berkeimanan. Malam Anugerah Insan Dakwah untuk Negeri pun menjadi pengingat bahwa di balik tenangnya umat dan kuatnya sendi sosial bangsa, ada para dai yang setia menjaga cahaya dakwah—dengan ikhlas, sabar, dan penuh pengorbanan.

