Manajemen Baru, Lazismu Makassar Tancap Gas Targetkan 2.000 Kado Ramadhan

Suara Muhammadiyah

6 February 2026

601
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Manajemen baru Lazismu Makassar langsung tancap gas dengan menargetkan penyaluran 2.000 Kado Ramadhan pada Ramadhan 1447 Hijriah. 

Program tersebut menyasar kelompok duafa dan fakir miskin yang tersebar di 22 cabang Lazismu se-Kota Makassar.

Target tersebut disampaikan oleh Manajer Area Lazismu Makassar yang baru Muhammad Imaduddin. Ia mengatakan itu saat melakukan serah terima jabatan Manajer Eksekutif Lazismu Makassar yang berlangsung pada Kamis, 6 Februari 2026. 

Dalam ruang rapat PUSDIM Makassar, momentum ini menandai dimulainya estafet kepemimpinan baru dalam memperkuat peran Lazismu sebagai lembaga filantropi Islam yang amanah dan profesional.

Sumber pendanaan program Kado Ramadhan 1447 H ini berasal dari warga dan simpatisan Muhammadiyah yang dihimpun melalui Kantor Layanan Lazismu Makassar. Dana tersebut akan dikelola secara transparan dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Manajer Eksekutif Lazismu Makassar periode sebelumnya, Muflih Razak, dalam sambutannya menyampaikan komitmen untuk terus mendukung program-program Lazismu Makassar ke depan. 

Ia juga menyampaikan harapan agar Lazismu Makassar semakin maju di bawah kepemimpinan yang baru.

“Kami akan tetap mendukung program-program Lazismu Makassar ke depannya. Semoga Lazismu Makassar bisa lebih baik dari kepemimpinan kami selama sembilan tahun,” ujar Muflih Razak.

Dengan semangat baru dan target program yang jelas, Lazismu Makassar optimistis mampu memperluas manfaat dan memperkuat kepercayaan publik, khususnya dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan dengan gerakan filantropi yang berdampak nyata bagi umat.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, K.H. Sudirman berharap, pergantian manajer Lazismu di Makassar tidak sekadar ganti nama di SK. 

"Ini harus jadi momen tajdid gerakan, tajdid niat, tajdid inovatif, tajdid pemikiran, tajdid pengelolaan, itu senantiasa butuh diperbaharui," kata dia. 

​Ia mengingatkan, kepemimpinan itu amanah. Jabatan boleh berganti, tapi amanah tidak pernah berhenti. 

Menurut dia, manajer lama sudah menunaikan bagian takdirnya yang sangat luar biasa. Tentu manajer baru sedang memulai ujian amanah ke depan. 

"Yang pergi bukan selesai pahalanya, yang datang ini bukan otomatis mulia tanpa kerja. Kita berharap estafet ini bukanlah ladang kompetisi, karena kita harus sadar Muhammadiyah itu bukan panggung individu," tegas dia. 

Lazismu, lanjut Kiai Sudirman bukan panggung perorangan. Lazismu adalah ladang jamaah, ladang organisasi, ladang persyarikatan yang bukan cuma satu orang yang bisa.

​"Kita punya prinsip, tentu yang lama itu terus menanam, yang baru menyiram. Semua berharap panen keberkahan dan pahala siapapun. Kalau ada kekurangan masa lalu, jadikan pelajaran. Kalau ada kebaikan, ya tentu jadikan pondasi. Bukan saling menyalahkan antara yang lama dengan baru, tapi saling menyempurnakan," tutup dia.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan D....

Suara Muhammadiyah

4 November 2023

Berita

PCA Kota 3 Kudus Gelar Pengajian Silaturahim: Bedah Bahaya Hasad dan Solusi Penawarnya KUDUS, Suara....

Suara Muhammadiyah

4 August 2026

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M....

Suara Muhammadiyah

30 August 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Dosen Teknologi Laboratorium Medik Universitas Muhammadiyah Pur....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dosen Prodi Manajemen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr M....

Suara Muhammadiyah

29 January 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah