Manusia Makhluk Bermasyarakat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
861
Kerja bakti antarsesama masyarakat di Kerja bakti di Dusun Plarangan, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Foto: Doni

Kerja bakti antarsesama masyarakat di Kerja bakti di Dusun Plarangan, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Foto: Doni

Oleh: Prof Dr Dadang Kahmad, MSi

Manusia adalah Zoon Politicon kata Aristoteles, yang berarti manusia adalah hewan bermasyarakat. Di antara makhluk yang diciptakan Allah hanya manusia yang bermasyarakat. Memang ada beberapa hewan yang berkelompok tetapi sangat terbatas dan tidak melahirkan kebudayaan. Dalam  hidup bermasyarakat tersebut berdasarkan kesepakatan melahirkan pola pola interaksi yang menjadi aturan dan hukum yang mengatur ketertiban hidup di antara mereka  yang kemudian menjadi kebudayaan. 

Kebudayaan adalah pengetahuan manusia untuk mempertahankan hidup dari tantangan yang dihadapinya. Kalau binatang melindungi dirinya dengan kekuatan fisiknya, baik kekuatan otot ataupun kemampuan merubah diri. Maka manusia secara fisik sangat lemah tetapi Allah memberi peralatan pertahanan dengan kekuatan akalnya. Oleh karena itu dengan akal lalu menciptakan peralatan dan sarana untuk melindungi dirinya.

Ketika cuaca dingin manusia  menciptakan baju tebal dan alat pemanas ruangan. Ketika cuaca panas dia menciptakan pakaian tipis dan pendingin ruangan. Begitu pula menciptakan berbagi senjata untuk melindungi dirinya dan warga masyarakatnya dari serangan musuh yang membahayakan. Termasuk bahaya dari Binatang buas dan dari sesama manusia. 

Dengan akalnya manusia belajar sesuatu sehingga ia memperoleh pengetahuan. Bermacam-macam pengetahuan untuk menciptakan dan mengembangkan produk untuk pemenuhan kebutuhan jasmani maupun rohani. Dan untuk menciptakan kesenangan dan ketenangan hidup dirinya dan masyarakatnya.

Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 30 Allah mengajar manusia pertama Adam dengan mengenalkan berbagai ilmu pengetahuan untuk bekal dia dalam mengarungi kehidupan. Pelajaran yang dapat diambil dari ayat 30 surat 2 ini ialah bahwa pengetahuan sangat penting untuk kehidupan. Dengan pengetahuan kehidupan akan mudah.  Sehingga posisi ilmu pengetahuan bagi manusia sangat penting dan berguna. Pengetahuan  juga berrfungsi supaya manusia punya kemampuan memilih mana yang baik dan mana yang tidak baik. Mana yang haq dan mana yang batil.

Agama Islam memberi penghargaan yang tinggi bagi manusia yang beriman dan berilmu pengetahuan (Al Mujadalah ayat 11) . Allah memberi perintah supaya dalam bermasyarakat, manusia mampu menyelaraskan antara iman dan ilmu pengetahuan. Menggunakan hati untuk memperoleh iman yang dalam serta menggunakan akal untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang tinggi. Perpaduan akal dan hati inilah yang melahirkan kemampuan berdzikir tentang Allah dan berkemampuan berpikir tentang alam semesta. Manusia yang seperti ini yang disebut ulul albab, yang dapat hidup beragama dengan baik serta bisa hidup bermasyarakat  dengan beradab. (ali Imran ayat 191) atau dengan Bahasa lain yang popular ialah manusia yang bisa mencintai Tuhan dan juga bisa mencintai sesamenya manusia. Love of God and love of human. 

Pantas para sosiolog mengatakan  bahwa manusia yang bermasyarakat lebih sehat daripada orang yang menyendiri atau a sosial karena  pergaulan akan memberikan efek positif pada kesehatan fisik seseorang. Sebuah studi menemukan bahwa indeks massa tubuh, tekanan darah dan indikator buruk lainnya juga dipicu dari rasa kesepian. Karena itu, orang-orang yang mudah bergaul dan bermasyarakat atau memiliki teman baik berisiko lebih rendah mengalami gangguan kesehatan.

Sumber: Majalah SM Edisi 14/2023


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Sobirin Malian (Dosen Fakultas Hukum, Universitas Ahmad Dahlan) Di era yang mengagungkan isti....

Suara Muhammadiyah

9 April 2026

Wawasan

Oleh: Dr Unik Hanifah Salsabila, MPd., Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Agama Is....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Wawasan

Menemukan Bahagia di Tengah Hedonic Treadmill Oleh: Bahrus Surur-Iyunk, Penulis Tetap Rubrik "Bina ....

Suara Muhammadiyah

16 January 2026

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Bayangkan sebuah adegan dramati....

Suara Muhammadiyah

12 May 2025

Wawasan

111 Tahun Muhammadiyah: Bergerak Nyata, Berkontribusi untuk Indonesia dan Dunia Oleh: Asyraf Al Far....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah