Manusia Mesti Bestari Menjaga Bumi dan Merawat Silaturahmi

Suara Muhammadiyah

29 March 2026

551
Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog

Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog

PONOROGO, Suara Muhammadiyah - Mandat yang diberikan Tuhan kepada manusia tidak main-main. Selain seruan beribadah, pada saat yang sama, menyoal ihwal kekuasaan. Apakah dengan kekuasaannya itu akan berbuat kerusakan dan memutus hubungan kekeluargaan (silaturahmi)?

Jelas ini mandat besar yang tidak mudah. Demikian Muhammad Jamaludin Ahmad, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengemukakan dengan menukil Qs Muhammad ayat 22.

Jamal melanjutkan ayat berikutnya, ayat 23, jika manusia dengan kuasanya melakukan seperti itu, tak pelak Tuhan akan melaknat. Pun, menimpakan dengan menulikan (pendengaran) sampai-sampai membutakan penglihatan.

"Jadi ini salah satu peringatan yang keras dari Allah SwT tentang suatu yang sangat penting; jangan merusak bumi dan jangan memutus tali silaturahmi," tegas Jamal.

Menggarisbawahi hal ihwal konteks silaturahmi, sebut Jamal, meniscayakan bagian fundamenntal dari momen Idul Fitri.

Yang demikian fundamenntalnya, diminta tetap kuat terpatri. Jangan sampai terjadi pengeroposan tali temali silaturahmi, lebih-lebih, renggang atau terputus.

"Resikonya dilaknat oleh Allah," tegasnya saat Halal Bi Halal Muhammadiyah Ponorogo, Ahad (29/3) di Halaman Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Budi Utomo, Ronowijayan, Siman, Ponorogo, Jawa Timur.

Jamal mengaksentuasikan kalau orang yang diberi kuasa, lantas berbuat kerusakan terhadap lingkungan, niscaya menghancurkan sekitarannya. “Dan membuat silaturahminya akan terputus,” tekannya.

Di sinilah letak vitalnya kuasa itu, yang mesti difungsikan untuk hal-hal yang maslahat, yang membawa dampak berkelanjutan bagi kehidupan berikutnya.

“Kita yang di Muhammadiyah, yang diberi kuasa sebagai rektor, ketua lembaga, ketua majelis, ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah), dan sebagainya, mari kita buat bumi dengan segala aspek kehidupannya, menjadi lebih baik, agar silaturahmi semakin baik,” ajaknya.

Memang, benar, silaturahmi di Muhammadiyah menjadi penting sangat. Bahkan, para pimpinan diminta Jamal jangan sekadar bersua ketika rapat, tetapi mesti sering bersua di luar rapat untuk merekatkan silaturahmi.

“Silaturahmi itu sifatnya aktif. Jadi bukan menunggu, kalau menunggu namanya bukan silaturahmi,” bebernya.

Jika ditarik pada konteks kekinian, sudah saatnya perekatan silaturahmi dilakukan. Lebih-lebih lagi, memberikan secuil contoh positif kepada generasi hari ini betapa pentingnya silaturahmi.

“Anak-anak sekarang semakin tumpul afeksinya karena asyik dengan dunianya sendiri” tegas Jamal, sekali lagi.

Karena itu, Jamal meminta agar budaya tradisi silaturahmi tidak hanya intens dilakukan oleh generasi sebelumnya, tetapi generasi masa kini mesti serupa melakukannya.

“Silaturahmi itu penting. Silaturahmi melahirkan kebahagiaan, dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya. Inilah salah satu pesan penting; silaturahmi,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Masjid Baiturrahman Keran Troketon, Rabu 6 September....

Suara Muhammadiyah

8 September 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – SMP Universitas Muhammadiyah Purwokerto (SMP UMP) menerima ma....

Suara Muhammadiyah

30 January 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Mu....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Minasa Upa menggelar ....

Suara Muhammadiyah

12 March 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Universitas Muhammad....

Suara Muhammadiyah

3 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah