Edukasi Olahan Pangan Berbasis B2SA
KUDUS, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus sukses menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Edukasi Olahan Pangan Berbasis B2SA pada Ahad, 31 Agustus 2025. Kegiatan yang berlangsung semarak di lahan Percontohan PCA Dawe Kudus ini dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris PDA Kabupaten Kudus, MEK PDA Kudus, Ketua PCA se Kabupaten Kudus, dan Ketua MEK PCA se Kabupaten Kudus.
Dalam kesempatan ini, ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Kudus, Eny Alifah Kurnia, M.Pd.I. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada MEK PDA Kudus yang menyelenggarakan Sosialisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan dan Edukasi Olahan Pangan Berbasis B2SA dengan melakukan kunjungan di lahan percontohan PCA Dawe Kudus. Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan dan mengolah pangan secara sehat.
Ir. Hj. Dewi Masitoh, M.M. selaku narasumber pemanfaatan lahan pekarangan menekankan pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan. Lahan pekarangan, yang seringkali dianggap sepele, memiliki potensi besar untuk menunjang ketahanan pangan keluarga. Dengan mengoptimalkan lahan ini, setiap rumah tangga dapat memproduksi sendiri sayur-mayur, buah-buahan, hingga rempah-rempah yang lebih segar dan bebas dari bahan kimia berbahaya.
“Terdapat berbagai metode yang dapat diterapkan, bahkan di lahan terbatas sekalipun. Salah satu metode yang disorot adalah hidroponik, yaitu metode bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, melainkan air bernutrisi. . Metode ini cocok untuk area perkotaan dengan lahan sempit. Selain itu, ada juga teknik vertikultur, menanam secara vertikal menggunakan media bertingkat, serta penanaman dalam pot atau polibag yang mudah dipindahkan,” lanjut Dewi Masitoh.
Pemanfaatan lahan pekarangan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dengan menghemat pengeluaran belanja, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan yang beragam dan bergizi setiap hari. Hal ini sejalan dengan prinsip B2SA, di mana konsumsi beragam sayuran dan buah-buahan dapat dipenuhi langsung dari hasil panen sendiri.
Sementara itu, Lilis Sumarti, S.Pd. menyampaikan Edukasi Olahan Pangan Berbasis B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Prinsip ini menjadi pedoman penting dalam memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari untuk menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang optimal.
Lebih lanjut Lilis menyampaikan untuk menerapkan pola makan B2SA, ada beberapa prinsip pengolahan yang disarankan, diantaranya dengan menggunakan sumber karbohidrat lokal seperti jagung, ubi, singkong, sorgum, atau sagu. Menambahkan lauk nabati dan hewani, misalnya tempe, tahu, ikan, telur, ayam, atau daging. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar. Mengolah makanan dengan cara sehat (dikukus, direbus, dipanggang, ditumis dengan sedikit minyak) serta dengan mengurangi penggunaan gula, garam, minyak berlebih, dan bahan pengawet.
Menerapkan pola makan B2SA tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas, yaitu: menjaga tubuh sehat dan gizi seimbang, mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendorong pemanfaatan pangan lokal, sehingga lebih hemat dan mendukung perekonomian petani daerah.
Kegiatan ini diakhiri dengan kunjungan ke lahan percontohan, dengan target setiap Pimpinan Cabang 'Aisyiyah (PCA) akan menindaklanjutinya. Rencana tindak lanjut tersebut berupa pengadaan lahan di tingkat ranting yang ditunjuk sebagai manifestasi dari pemanfaatan lahan pekarangan. (WNAgustina)