Melestarikan Alam dengan Budidaya Bambu

Suara Muhammadiyah

25 June 2024

1553
UMG

UMG

GRESIK, Suara Muhammadiyah - Minggu, 23 Juni 2024, menjadi hari yang penuh semangat bagi sekelompok mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) yang tergabung dalam Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) angkatan 4. Bertempat di Desa Slempit, Kedamean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mereka mengadakan kegiatan kontribusi sosial sebagai bagian dari Modul Nusantara dengan tema pelestarian lingkungan alam melalui budidaya tanaman bambu lokal.

Kegiatan ini tidak berjalan sendiri. Mahasiswa PMM UMG berkolaborasi dengan Yayasan Pendidikan Peduli Lingkungan dan Sosial Indonesia (PEDULISIA), yang diketuai oleh Afakhrul Masub Bakhtiar, M.Pd. Yayasan PEDULISIA dikenal aktif dalam pelayanan di bidang pendidikan serta sebagai wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan.

Desa Slempit dikenal sebagai salah satu pemasok kerajinan bambu. Namun, banyaknya pohon bambu yang mulai tumbang menimbulkan kekhawatiran akan kelangsungan bahan baku dan keseimbangan lingkungan di desa ini. Oleh karena itu, penanaman ulang bambu menjadi sangat penting.

Mahasiswa PMM UMG memulai kegiatan dengan pemilihan bibit bambu yang baik, dilanjutkan dengan praktek menghitung ruas biji pohon bambu, serta proses penanaman. Penggunaan alat-alat sederhana dalam kegiatan ini bertujuan agar metode yang diterapkan dapat dengan mudah diikuti oleh warga dan pemuda desa yang turut hadir.

Ketua Yayasan PEDULISIA, Afakhrul Masub Bakhtiar, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantu melestarikan pohon bambu tetapi juga mengedukasi mahasiswa dan warga desa tentang pentingnya menjaga lingkungan. "Harapan kami, kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran akan lingkungan bersih dan hijau serta mendukung perekonomian desa melalui keberadaan sumber daya bambu," ujarnya.

Selain penanaman bambu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi penguatan literasi mengenai pembuatan pupuk organik. Aris, penyuluh dari Dinas Lingkungan Hidup Kecamatan Kedamean Gresik, menjelaskan pentingnya mengelola sampah organik menjadi barang bernilai tambah. Mahasiswa juga mempraktekkan pembuatan pupuk organik dari sampah rumah tangga dan daun bambu yang nantinya akan digunakan pada tanaman bambu.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa UMG dan warga Desa Slempit akan pentingnya pelestarian lingkungan dan pemanfaatan sumber daya lokal. Budidaya bambu tidak hanya mempertahankan sumber daya alam, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian desa serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Dengan langkah nyata seperti ini, diharapkan generasi muda dapat lebih peduli dan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah – Pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah Muhammadiyah pada....

Suara Muhammadiyah

28 January 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiyah Sapen kembali berjaya dengan mengukir prestasi....

Suara Muhammadiyah

10 April 2026

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah – Ribuan guru dan karyawan sekolah Muhammadiyah se-Banyumas memad....

Suara Muhammadiyah

13 April 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Politeknik Muhammadiyah (PoltekMu) Makassar kembali menunjukkan komit....

Suara Muhammadiyah

16 August 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengirimkan beberapa atlet ....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah