Membaca Akar Serangan Houthi ke Riyadh dan Peta Rivalitas Kawasan Timur Tengah

Suara Muhammadiyah

16 October 2026

128
Dok Istimewa

Dok Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah kembali memanas menyusul insiden penyerangan kelompok Houthi Yaman ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (13/10/2026). Serangan tersebut berdampak pada jatuhnya korban serta terganggunya penerbangan internasional, termasuk agenda perjalanan jemaah umrah. Serangan yang mengganggu penerbangan internasional hingga jemaah umrah ini menjadi cerminan nyata memanasnya konfrontasi kawasan sepanjang 2026, yang dipicu oleh Perang Israel-Iran serta keterlibatan militer Amerika Serikat.

Menanggapi dinamika tersebut, Pakar Kajian Timur Tengah sekaligus dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Ahmad Sahide, S.IP., M.A., menegaskan bahwa serangan tersebut tidak dapat dilepaskan dari dinamika politik kawasan. Selain itu juga, rivalitas panjang antara dua kekuatan utama di Timur Tengah, yaitu Arab Saudi dan Iran.

Dalam wawancara yang berlangsung secara daring pada Kamis (15/10), Sahide menjelaskan bahwa peta perpolitikan Timur Tengah secara garis besar terbagi ke dalam dua poros kekuatan. Poros pertama dipimpin oleh Arab Saudi yang cenderung pro-Amerika Serikat dan bersikap kooperatif terhadap dinamika Barat. Sementara itu, poros kedua dipimpin oleh Iran bersama sekutunya, seperti kelompok Houthi di Yaman dan Hamas yang secara tegas bersikap anti-Amerika Serikat serta anti-Israel.

"Peristiwa ini berkelindan erat dengan konstelasi politik regional. Tidak terlepas dari Perang Israel-Iran 2025 dan perang kembali Amerika bersama Israel melawan Iran sejak februari 2026. Kelompok Houthi merupakan bagian dari aliansi atau proksi Iran. Serangan ke fasilitas Arab Saudi adalah salah satu manifestasi respons dan perang psikologis dari kubu Iran terhadap posisi politik Arab Saudi yang pro-Amerika dalam rentetan konflik regional," ujar Sahide.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa Iran kerap menggunakan kekuatan proksinya untuk memberikan pesan politik sekaligus peringatan nyata kepada negara-negara kawasan agar tidak berpihak secara terbuka kepada Amerika Serikat dan Israel. Keberhasilan militer Iran dan kelompok pendukungnya dalam melancarkan serangan jarak jauh dinilai menjadi faktor pembentuk tekanan psikologis bagi koalisi pimpinan Saudi.

Melihat probabilitas resolusi damai, Sahide menilai bahwa mengakhiri rivalitas kedua kubu dalam waktu dekat merupakan hal yang sangat berat. Persaingan geopolitik antara Teheran dan Riyadh telah mengakar kuat sejak beberapa dekade silam, khususnya pasca Revolusi Islam Iran 1979.

"Mencairkan dua blok kekuatan yang telah terbangun puluhan tahun sangat sulit. Harapan paling realistis saat ini bukanlah penghapusan total rivalitas, melainkan deeskalasi ketegangan melalui proses negosiasi agar kedua pihak menghentikan pola saling serang terbuka secara militer," tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa kelanjutan konflik ini akan membawa implikasi multidimensi yang merugikan. Selain risiko kerugian ekonomi bagi Arab Saudi, ketidakstabilan di jalur udara dan sektor penerbangan berpotensi langsung menghambat aktivitas ibadah jemaah dari berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia, akibat penundaan maupun pembatalan tiket dan akomodasi. (Jeed)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Lazismu Cilacap menggelar khitan ceria sebagai salah satu rangkaian Pr....

Suara Muhammadiyah

9 July 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) s....

Suara Muhammadiyah

3 February 2024

Berita

PAHANG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) resmi mengimplementasikan ke....

Suara Muhammadiyah

6 August 2025

Berita

MEULABOH, Suara Muhammadiyah - Sekolah Muhammadiyah diseluruh Aceh harus mampu membangun peradaban m....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyalurkan Rp6 miliar untuk korban ban....

Suara Muhammadiyah

16 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah