Membangun Hubungan Spiritualitas dengan Allah

Suara Muhammadiyah

26 August 2024

1678
GSM

GSM

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Gerakan Subuh Mengaji (GSM) edisi ke-229, sudah memasuki tahun ke-4. Program ini diadakan secara rutin melalui media daring oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Barat. Dengan mengangkat tema “Spiritualitas dalam Kehidupan dan Keberagaman” yang dibawakan oleh Prof. Dr. H. Tobroni, MSi, Anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

“Sebagai hamba Allah, kita dituntut untuk bisa menjadi hambanya yang sejati. Untuk menjadikan hubungan kita dengan Allah yang baik, tentu perlu spiritualitas yang baik,” ujarnya. 

Menurut Tobroni, sesungguhnya hakikat spiritualitas berkaitan dengan kesucian, keabadian, dan kemurnian. “Maka kalau kita bicara spiritualitas, pengertiannya adalah bagaimana kita menjadi orang yang sejati. Kalau kita jadi guru, maka bagaimana menjadi guru yang sejati. Menjadi pemimpin yang sejati dan yang suci,” ucap Tobroni saat mengawali majelis pada Sabtu, (24/8).

Kesucian dan keabadian dalam konteks persoalan spiritualitas adalah hal yang penting. Menurutnya, ini akan menjadikan kita hamba Allah yang sebenar-benarnya. Ia mengibaratkan spiritualitas yang baik dengan kegiatan sehari-hari kita dalam bekerja. “Ketika kita dipercaya dalam posisi apapun, maka kita bisa menjadi hambanya dan bisa berperan dengan mengemban amanah dengan kesungguhan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Tobroni mencandra pentingnya spiritualitas dalam kehidupan dan beragama. Menurutnya, manusia zaman sekarang semakin diambang krisis spiritual. 

Manusia zaman sekarang hanya fokus yang sifatnya materialitas. Menurut Tobroni, orang yang hanya mengejar dunia tanpa mendekatkan dirinya kepada Allah, maka itu akan menjadikannya bencana yang tertunda.

Sehingga ketika pribadi tahu akan agamanya dengan benar, akan membuatnya lebih terpandu hidupnya.  “Sesungguhnya orang yang hanya berorientasi pada materialitas saja, maka ia akan semakin jauh pada yang suci. Boleh jadi dia akan buta dengan kebenaran dan keadilan, sehingga dia bisa korupsi, mencuri, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dalam perspektif agama kita, tentu terdapat bentuk implementasi spiritualitas yang beragam. Bisa dalam bentuk berdoa, shalat, zakat, puasa, dan haji.

Dalam beribadah, sebenarnya kita sedang berkomunikasi dengan Allah. Sehingga kita perlu mengetahui dan melakukan itu dengan ikhlas sebagaimana kita yang membutuhkan-Nya.

“Itu semua adalah sarana kita berkomunikasi kita kepada Allah SwT, agar kita menjadi hambanya yang haqiqi [R4] dan sejati. Maka janganlah kita hanya pura-pura berdoa sebagai formalitas. Sehingga ketika kita beribadah muncul keyakinan jika kita sedang berkomunikasi dengan Allah SwT,” tegasnya. (Fab/diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purworejo melakukan kegiatan penerjunan seb....

Suara Muhammadiyah

20 January 2024

Berita

KL, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta melakukan lawatan kunjungan internasional ke ....

Suara Muhammadiyah

21 May 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menapaki langkah st....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Selama expo dan bazar dalam rangka Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muha....

Suara Muhammadiyah

21 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau menyerahkan bantuan kem....

Suara Muhammadiyah

14 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah