TERNATE, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah meyakini Islam adalah agama yang mendorong umatnya untuk senantiasa maju dan menguasai peradaban utama.
Demikian tegas Agung Danarto, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (2/4) saat Pengukuhan Guru Besar dan Pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UNMU) periode 2026-2030 di Auditorium UMMU.
Salah satu pilar fundamenntal untuk membangun peradaban utama yakni dengan tradisi literasi. "Tradisi belajar yang kuat, tradisi untuk mau melakukan kajian, riset, penelitian, untuk kemaslahatan umat dan bangsa," bebernya.
Hal tersebut ternyata sangat ditekankan di dalam agama Islam. Dasar penguatnya terdapat pada surat al-Alaq ayat 1-5, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad Saw.
"Ayat perintah untuk membaca, perintah untuk belajar," beber Agung.
Apa yang dibaca? Dalam pandangan Agung, bukan sekadar stagnan pada term keagamaan (spiritual), tetapi spektrumnya sangat luas. Ya, begitulah instrumen Tuhan di ayat tersebut.
"Perintah belajar ini berlaku mutlak, berlaku menyeluruh dan tidak ada sekat apakah itu ilmu barat, ilmu timur, ilmu utara, ilmu selatan. Ilmu semuanya dipelajari," terangnya.
Tidak cukup di situ saja. Ia harus dalam satu rangkaian gerbong khusus, yakni mentauhidkan ilmu.
Maknanya, imbuh Agung, seseorang yang aktif belajar, niscaya makin tambah kadar keimanan dan ketakwaan. Begitu juga, memberikan maslahat untuk orang lain.
"Kalau dua hal ini dilakukan, maka ilmu itu Insyaallah ilmu yang barakah, ilmu yang berlandaskan kepada nilai-nilai tauhid," tegasnya.
Di sinilah landasan peradaban harus terus dibangun oleh umat Islam. Dan keduanya menjadi amat substansial bagi misi membangun peradaban yang unggul dan utama.
"Membangun peradaban bukan hanya tugas individual, tetapi ini adalah tugas bersama. Sesuatu hal yang mutlak harus diwujudkan," tandasnya. (Cris)
