Membumikan Hizbul Wathan, 32 Guru Ikuti Kursus Jaya Melati I Kabupaten Sukabumi

Suara Muhammadiyah

10 September 2026

69
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Kursus Lima Hari Bekali Guru dengan Kompetensi Kepanduan, Kepemimpinan, dan Pembinaan Karakter

Oleh: Dr. Leonita Siwiyanti, S.Ag., M.M., Ketua Kwarda HW Kabupaten Sukabumi

SUKABUMI, Suara Muhammadiyah - Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) Kwartir Daerah Kabupaten Sukabumi terus mendorong penguatan kepanduan di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah (AUM/AUA). Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Kursus Jaya Melati I (KJM I) yang diikuti oleh 32 guru dari 18 Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kabupaten Sukabumi.

Kursus yang berlangsung selama lima hari, 5–9 September 2026, ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas guru sebagai pembina Hizbul Wathan sekaligus memperluas keberadaan gerakan kepanduan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Kegiatan ini semakin istimewa karena selama proses kursus, para peserta mendapatkan pendampingan dan pembinaan langsung dari para pelatih Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Barat. Kehadiran para pelatih tingkat wilayah memberikan penguatan terhadap pemahaman peserta mengenai prinsip dasar, metode kepanduan, kepemimpinan, serta keterampilan yang dibutuhkan dalam menjalankan peran sebagai pembina Hizbul Wathan.

Pelaksanaan KJM I dirancang selama lima hari dengan memadukan pembelajaran indoor dan outdoor.

Pada 5–6 September 2026, kegiatan dilaksanakan di Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Peserta mendapatkan pembekalan mengenai kepanduan Hizbul Wathan, kepemimpinan, pembinaan, serta berbagai pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan oleh seorang pembina.

Pembelajaran tidak hanya berlangsung secara teoritis. Para peserta juga mendapatkan arahan dan pengalaman dari pelatih-pelatih Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Barat yang mendampingi secara langsung proses kursus.

Memasuki 7–9 September 2026, kegiatan dilanjutkan di Detani Camping Ground. Suasana pembelajaran berpindah dari ruang auditorium menuju alam terbuka sebagai bagian penting dari karakter pendidikan kepanduan.

Di lingkungan perkemahan, peserta mendapatkan pengalaman langsung untuk mengembangkan kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepemimpinan, keterampilan, serta kemampuan menyelesaikan berbagai persoalan secara bersama-sama.

Perpaduan pembelajaran indoor dan outdoor tersebut menjadikan KJM I bukan sekadar pelatihan di dalam kelas, tetapi sebuah proses pembentukan pengalaman dan karakter bagi para calon pembina Hizbul Wathan.

Mempersiapkan Guru Menjadi Pembina

Kursus Jaya Melati I merupakan jenjang kursus dasar kepemimpinan bagi pembina/pelatih dalam Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dasar kepembinaan sesuai dengan prinsip dasar dan metode kepanduan Hizbul Wathan.

Bagi lingkungan pendidikan Muhammadiyah dan Aisyiyah, keberadaan guru yang memiliki kompetensi kepanduan menjadi sangat penting. Guru tidak hanya berperan dalam proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai pembina, pendamping, sekaligus teladan bagi peserta didik.

Karena itu, KJM I diarahkan untuk melahirkan pembina yang mampu menghadirkan kegiatan Hizbul Wathan secara menarik, edukatif, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Melalui pendidikan kepanduan, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan akhlak mulia, kedisiplinan, kemandirian, kepemimpinan, tanggung jawab, kerja sama, serta kecintaan terhadap lingkungan.

Kegiatan KJM I memiliki pesan yang lebih besar daripada sekadar peningkatan kompetensi pembina, yaitu membumikan Hizbul Wathan di Amal Usaha Persyarikatan.

Sebanyak 32 guru dari 18 AUM/AUA yang mengikuti kursus diharapkan menjadi penggerak yang membawa pengetahuan, keterampilan, dan semangat kepanduan kembali ke sekolah dan Amal Usaha masing-masing.

Dengan demikian, setiap peserta diharapkan menjadi simpul pengembangan Hizbul Wathan di tempatnya bertugas.

Dari satu guru yang mengikuti KJM I, diharapkan lahir kegiatan kepanduan yang melibatkan lebih banyak peserta didik. Dari 18 Amal Usaha yang mengirimkan peserta, diharapkan berkembang Qabilah-Qabilah yang aktif, kreatif, dan mampu menjalankan pembinaan secara berkelanjutan.

Inilah makna penting KJM I: membawa Hizbul Wathan dari ruang kursus ke ruang-ruang pendidikan dan kehidupan nyata di Amal Usaha Persyarikatan.

Sinergi Kwarda, Kwarwil, dan Kader Muda

Pelaksanaan Kursus Jaya Melati I diselenggarakan oleh Pengurus Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kabupaten Sukabumi, dengan dukungan Kafilah Barchoya Mansyur, yang melibatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Kegiatan ini juga diperkuat dengan pendampingan langsung dari para pelatih Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Barat. Sinergi antara Kwartir Wilayah, Kwartir Daerah, kader muda, mahasiswa, dan Amal Usaha Persyarikatan menjadi kekuatan penting dalam proses kaderisasi dan pengembangan Hizbul Wathan di Kabupaten Sukabumi.

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Hizbul Wathan membutuhkan kerja bersama lintas jenjang organisasi. Kwarda menjadi penggerak di daerah, Kwarwil memberikan penguatan kapasitas dan pembinaan, sementara para guru peserta KJM I diharapkan menjadi ujung tombak implementasi di Amal Usaha masing-masing.

KJM I tidak dimaksudkan berhenti pada berakhirnya lima hari pelatihan. Setiap peserta juga diarahkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk komitmen untuk mengimplementasikan hasil kursus di Qabilah atau lingkungan Amal Usaha masing-masing.

RTL tersebut antara lain mencakup penguatan administrasi Qabilah, penyusunan program kerja, pembinaan kegiatan kepanduan, serta pengembangan kegiatan seperti Ceria Pandu Tunas Athfal, Ceria Pandu Athfal, Jambore, dan Mahrojan.

Dengan demikian, keberhasilan KJM I nantinya tidak hanya dilihat dari selesainya kursus, tetapi dari sejauh mana ilmu dan pengalaman yang diperoleh peserta mampu dihidupkan kembali di Amal Usaha Persyarikatan.

Kursus Jaya Melati I Kabupaten Sukabumi pada akhirnya bukan hanya tentang lima hari mengikuti pelatihan. Lebih dari itu, KJM I menjadi bagian dari ikhtiar untuk menyalakan dan memperluas api kepanduan Hizbul Wathan di lingkungan Amal Usaha Persyarikatan.

Sebanyak 32 guru dari 18 Amal Usaha, yang mendapatkan pembinaan langsung dari pelatih Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Barat, diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak pembina, lebih banyak Qabilah, dan lebih banyak peserta didik yang merasakan manfaat pendidikan kepanduan.

Dari Auditorium UMMI menuju Detani Camping Ground, lima hari peserta ditempa untuk menjadi pembina. Dari Kwartir Wilayah hingga Kwartir Daerah, dari pelatih hingga guru, semuanya bergerak dalam satu semangat: membumikan Hizbul Wathan di Amal Usaha Persyarikatan.

Karena Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan kepanduan, tetapi bagian dari proses kaderisasi untuk menyiapkan generasi yang berkarakter, mandiri, terampil, dan berakhlak mulia.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Salah satu problematika yang tengah dihadapi di dunia kesehatan, kh....

Suara Muhammadiyah

6 December 2023

Berita

TEMANGGUNG, Suara Muhammadiyah - Kegiatan Praktik Dakwah Lapangan (PDL) santri Pondok Pesantren Al-M....

Suara Muhammadiyah

9 January 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – OMG, salah satu brand kecantikan dari ParagonCorp, kembali berko....

Suara Muhammadiyah

18 March 2026

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Sejumlah 1.112 Warga Muhammadiyah Ngagel Kota Surabaya memperin....

Suara Muhammadiyah

18 November 2024

Berita

Mewujudkan Pekerja Migran Indonesia Berkemajuan dan Berkeadilan JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prof ....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah