Mencari Rahmat Allah di Balik Setiap Ujian Kehidupan

Suara Muhammadiyah

17 July 2026

212
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Di tengah masyarakat sering ada pertanyaan bagaimana memahami sifat Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang ketika manusia dihadapkan pada musibah, penderitaan, maupun berbagai ujian kehidupan?

Demikian pertanyaan Ustaz Ghoffar Ismail dalam Pengajian Khusus Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tirtonirmolo Barat, Selasa (14/7) di Masjid Menayu Kulon Tirtonirmolo Barat, Kasihan, Bantul.

Menjawab munculnya pertanyaan tersebut Ghoffar menyatakan rahmat Allah tidak dapat dipahami hanya dari apa yang tampak di dunia, melainkan harus dilihat dalam bingkai iman, hikmah, dan tujuan akhir kehidupan manusia.

“Rahmat Allah harus didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu kekuasaan mutlak Allah (rububiyah), kehidupan dunia sebagai tempat ujian (darul ibtila'), dan hikmah Ilahi yang senantiasa mengandung kebaikan bagi hamba-Nya,” terang Mudir Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) Yogyakarta itu.

Menurut Ghoffar, Allah memiliki sifat Ar-Rahman yang meliputi seluruh makhluk-Nya tanpa membedakan dan Ar-Rahim yang merupakan kasih sayang khusus yang dianugerahkan kepada hamba-hamba yang beriman dan bertakwa taat menjalani pertintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

“Karena itu, seorang mukmin dituntut untuk senantiasa berprasangka baik kepada Allah (husnuzan), bersabar dalam menghadapi ujian, dan meyakini bahwa rahmat Allah senantiasa lebih luas dari pada apa yang mampu dijangkau oleh pandangan manusia,” lanjutnya.

Ghofar berpesan agar setiap muslim ketika diterpa musibah harus dijadikan sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Menurutnya manifestasi sikap seorang mukmin diwujudkan melalui keimanan yang kokoh, lisan yang senantiasa beristirja' ketika mendapat musibah, serta amal berupa kesabaran dan rasa syukur dalam setiap keadaan.

“Sebagai umat Islam hendaknya senantiasa mencari rahmat Allah di balik setiap ujian kehidupan, bukan justru mencela rahmat-Nya karena musibah yang menimpa. Dengan demikian, setiap ujian yang dihadapi akan menjadi jalan menuju kedewasaan iman dan kebahagiaan yang hakiki di dunia maupun di akhirat,” pungkas Ghoffar.

Sementara, Ketua PRM Tirtonirmolo Barat, Sofriyanto, menambahkan, sifat Ar-Rahman (Maha Pengasih) ibarat matahari yang menyinari semua orang, tidak membedakan latar belakang sosial, kaya-miskin, domisili tinggal, warna kulit, rajin salat ata malas salat, dan lain-lain, semua dapat sinarnya, dapat rezekinya, dan dapat nafasnya udaranya. Rahmat Allah yang umum itulah Kasih.

“Sedangkan Ar-Rahim (Maha Penyayang) itu ibarat pelukan istri kepada suami. Nggak semua orang dipeluk. Sayang Allah hanya untuk hamba yang mau dekat dengan Allah. Yang mau taat, sabar, memaafkan, berbuat baik kepada tetangga, menolong orang lain, yang mau salat, ngaji, jujur," terangnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Transformasi Kelembagaan, Penguatan Kemitraan, dan Apresiasi bagi Karyawan serta Anggota BOGOR, Sua....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Berita

GAMPING, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir, ....

Suara Muhammadiyah

5 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Balqis Florata De Manasa, murid kelas V SD Muhammadiyah Progra....

Suara Muhammadiyah

24 May 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menjalin ko....

Suara Muhammadiyah

5 April 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengungkapkan kesedihan mendalam ata....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah