Mendawamkan Berinteraksi dengan Al-Qur’an Membawa Dampak Dahsyat Lahir dan Batin

Suara Muhammadiyah

30 July 2026

164
Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

Dr KH Muhammad Saad Ibrahim, MA

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Menghayati Al-Qur’an merupakan kemestian yang dilakukan. Dalam riwayat bernas begini, Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya,” demikian ungkap Nabi Muhammad Saw di riwayat Bukhari.

“Setiap orang muslim tentu berkewajiban untuk mempelajari Al-Qur'an sesuai dengan kapasitas kemampuannya,” tegas Muhammad Saad Ibrahim, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Memang menjadi keniscayaan sebuah konsekuensi logis dalam meyakini Al-Qur’an sebagai kitab Allah sebagai pantulan dari pilar rukun iman yang ketiga.

“Belajar mengenai Al-Qur'an tentu bukan sesuatu yang simpel. Ada koleksi pengetahuan-pengetahuan yang berkaitan dengan Al-Qur'an disebut dengan ulumul Qur'an,” katanya.

Dalam praktiknya dengan cara-cara yang paling standar dan sederhana antara lain dengan mempelajari dan membunyikannya.

“Cara memahaminya, termasuk juga kemudian bagaimana menerapkan dalam kehidupan,” lanjut Saad, Kamis (30/7) di TvMu dalam program Tausiyah Kiai Saad.

Dalam konteks ini, para ulama telah melahirkan khazanah-khazanah terpenting untuk membantu dalam memahami substansi Al-Qur’an berikut pembentangan di dalamnya.

“Yang terkait dengan perbuatan-perbuatan manusia, mengenai hukumnya itu terhimpun dalam yaitu kitab-kitab fikih,” terangnya.

Pembentangan lebih komprehensif terkait hal itu, ditopang dengan ilmu yang se-kongruen mencakup di antaranya ilmu Ushul fiqih, ilmu Al-Qawa'id Al-Fiqhiyyah, dan lain sebagainya.

“Ayat-ayat yang terkait dengan dimensi teologis ada ilmu kalam. Ayat-ayat yang terkait dengan pengelolaan sisi rohani manusia ada ilmu tasawuf,” tambahnya.

Bahkan lebih khusus lagi, ayat-ayat Al-Qur’an pun berkontribusi besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Lebih khusus terkerucut pada perkembangan ilmu kedokteran, ilmu psikologi, falsafah, dan lain sebagainya.

“Ini adalah bagian-bagian dari itu semuanya,” yang bahkan dalam konteks mempelajari Al-Qur’an, dilakukan secara saksama. Kendati implementasinya terdapat perintang dan tantangan demikian rupa.

“Justru itu juga sekali lagi menjadi bagian penting untuk mendapatkan keridaan Allah SwT,” tutur Saad, menekankan ada dorongan hati untuk tergerak mempelajarinya.

“Bagaimana membacanya dengan mengikuti aturan-aturan yang tercantum dalam ilmu tajwid. Ketika itu sudah kita miliki semuanya, lalu membaca Al-Qur'an, maka dampaknya akan sangat dahsyat,” tegas Saad.

Lebih-lebih pada fisik, ketika mendawamkannya, niscaya memuat keuntungan yang amat dahsyat jua. “Akan memberikan sekali lagi bagian-bagian dari konteks keuntungan fisik,” ucapnya. Demikian halnya yang bersifat rohani, jauh lebih luar biasa lagi.

Gunakan itu semuanya untuk kebaikan-kebaikan, untuk proyek-proyeksi,” ajak Saad.

Mendawamkan Al-Qur’an menjadi keharusan. Tentu dibarengi dengan pemahaman di dalamnya yang mencakup variabel ilmu tajdwid, menjadi sangat substansial.

“Jadikan Al-Qur'an menjadi wirid kita yang kita baca, kita baca, kita baca. Maka insyaallah sekali lagi itu akan terwujud,” pungkas Saad. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Dosen Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) b....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Berita

​YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Di tengah suasana penuh kemuliaan bulan suci Ramadhan 1447....

Suara Muhammadiyah

22 February 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Ribuan mahasiswa dan pengguna jalan padati halaman kampus Universitas....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

ACEH, Suara Muhammadiyah – Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Lembaga Amil Zakat, Infaq,....

Suara Muhammadiyah

7 March 2025

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim PKM Sastra Inggris UNY mengadakan workshop pembuatan konten dakwah ....

Suara Muhammadiyah

11 March 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah