Mendedah Dibalik Kebertahanan Muhammadiyah

Suara Muhammadiyah

5 July 2026

279
Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog. Foto: Cris

Muhammad Jamaludin Ahmad, SPsi., Psikolog. Foto: Cris

PONOROGO, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah lahir dan terus tumbuh menjadi sangat besar. Saat ini berusia lebih dari 1 abad. Pada 8 Zulhijah 1447 H, memasuki usia ke-117 tahun. 

“Maka ini kita syukuri,” kata Muhammad Jamaludin Ahmad. Dalam pada itu, menjadi amat penting diwujudkan dalam tindakan nyata. 

“Kita lewat Muhammadiyah memberikan banyak manfaat kebaikan bagi umat dan masyarakat. Memberikan yang terbaik untuk NKRI,” tutur Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Pengejawantahan itu dilakukan lewat koridor Cabang, Ranting, masjid, dan amal usaha lainnya. Tentu saja, upaya ini untuk cita-cita universal yang berdampak jangka panjang bagi kehidupan umat dan bangsa ke depannya.

“Itu demi NKRI diberkahi oleh Allah SwT. Kita syukuri itu semua. Sudah 1 abad lebih (Muhammadiyah berdiri),” ujar Jamal, Ahad (5/7) saat Hari Bermuhammadiyah Gembira di Halaman Masjid Al Manar Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Bahkan, Muhammadiyah sendiri telah melahirkan banyak pahlawan nasional yang menginspirasi. “23 putra terbaik Muhammadiyah diakui pahlawan nasional,” ucapnya. Bahkan, dikemukakan Jamal, ormas Islam yang memiliki pahlawan dengan jumlah terbanyak.

“Mudah-mudahan akan lahir kembali pahlawan-pahlawan dari Muhammadiyah untuk membangun bangsa ini menuju masyarakat adil, makmur yang diridai Allah,” katanya.

Pertanyaan yang muncul di permukaan, mengapa Muhammadiyah masih bertahan sampai sekarang? Jamal membongkar beberapa alasan objektif. 

Pertama, Allah masih rida kepada Muhammadiyah. “Kalau Allah tidak rida, gampang sekali Muhammadiyah bubar,” bebernya.

Kedua, masih banyak orang yang ikhlas di Muhammadiyah. Kata Jamal, banyak orang yang saat ini mewakafkan tanahnya di Muhammadiyah untuk kepentingan umat dan masyarakat.

“Selama Muhammadiyah masih banyak orang ikhlas, Insyaallah Muhammadiyah akan berumur panjang. Tapi kalau di Muhammadiyah sudah semakin sedikit orang yang ikhlas, maka Muhammadiyah akan bubar,” tegasnya.

Ketiga, masih banyak orang yang amanah di Muhammadiyah. Amanah menjadi sangat substansial. Lebih-lebih, telah ditekankan di dalam ajaran Islam dan menjadi keharusan bagi seluruh umat Islam di mana pun berada.

“Amanah hanya akan lahir dari keimanan. Hanya negeri yang betul-betul beriman yang benar-benar aman. Dan kalau tidak amanah, Muhammadiyah akan bubar,” sebut Jamal.

Keempat, masih banyak orang yang beribadah. Jamal menggarisbawahi, salah satu ciri khas dari warga Muhammadiyah adalah gemar beribadah. Di situlah pentingnya penempatan masjid ditata kelola sebagaimana semestinya.

“Masjid-masjid harus makmur. Hanya yang memakmurkan masjid akan dikasih solusi sesungguhnya oleh Allah,” terangnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pringsewu (UMPRI) menyelenggarakan Baitul A....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - International Muhammadiyah Boarding School (IMBS) Miftahul Ulum Pek....

Suara Muhammadiyah

14 May 2025

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting ’Aisyiyah (PRA) Gunungpring menggelar ke....

Suara Muhammadiyah

1 January 2026

Berita

Asosiasi Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (ALPTK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiya....

Suara Muhammadiyah

25 March 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nash....

Suara Muhammadiyah

13 September 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah