Menjadi Pemimpin dalam Islam

Publish

2 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
640
Istimewa

Istimewa

MATARAM, Suara Muhammadiyah - Wakil Ketua MPKS PP Muhammadiyah Faozan Amar memberikan kuliah subuh tentang Kepemimpinan di Boarding School Mualimin Muhammadiyah (BSMM) Lombok Barat NTB, Ahad (2/102025).

Menurutnya, dalam Al Qur’an setidaknya ada tiga syarat untuk menjadi pemimpin. Pertama, Pandai menjaga kemampuan dan berpengetahuan. Firman Allah : Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan" (QS Yusuf ; 55). 

“Jadi apabila kita punya kemampuan dan ilmu, maka boleh kita mengajukan diri sebagai calon pemimpin termasuk melamar pekerjaan," ujar Faozan yang juga dosen FEB UHAMKA.

Syarat kedua, Kuat dan dapat dipercaya. Firman Allah : Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya" (QS. Al-Qashash ; 26).

“Karena itu, sebagai calon pemimpin santri harus kuat iman, ilmu, fisik, mental, ekonomi, dan juga jaringan,” kata Faozan dihadapan ratusan santri, pengasuh, mudir dan PDM Lombok Barat.

Ketiga, ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa. Firman Allah : Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui (QS. Al Baqarah : 247). 

Kisah dalam Al Qur’an tersebut menggambarkan bahwa Thalut diangkat menjadi seorang raja karena memiliki ilmu yang luas dan tubuh perkasa. “Maka sebagai santri harus rajin belajar dan berolahraga agar dapat memiliki ilmu dan tubuh yang kuat," kata Faozan menambahkan.

Sebagai penutup ceramah, Faozan mengutip hadits Nabi Muhammad SAW : Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan (HR. Muslim). 

Faozan mengakhiri ceramahnya dengan mangajak jamaah untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin dengan iman, ilmu, jiwa raga, harta dan jaringan yang kuat. (NSF)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menjadi tuan rumah dalam k....

Suara Muhammadiyah

16 June 2025

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah - Kantor Layanan (KL) Lazismu Jatinegara telah menyalurkan paket sembako k....

Suara Muhammadiyah

10 March 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

9 April 2026

Berita

BANGKALAN, Suara Muhammadiyah - Merawat jenazah tidak bisa dilakukan secara asal-asalan atau sembara....

Suara Muhammadiyah

28 May 2024

Berita

BANJARNEGARA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Batur Banjarnegar....

Suara Muhammadiyah

5 August 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah