Merawat Persaudaraan Menjadi Tugas Kita Bersama

Suara Muhammadiyah

16 April 2025

1204
Muhammad Saad Ibrahim

Muhammad Saad Ibrahim

TANGERANG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim mengatakan, agama Islam menempatkan posisi sentral umat Muslim sebagai umat yang bersaudara (al-ukhuwah al-islamiyyah). Kata al-ukhuwah di sini, menurut Saad, bermakna persaudaraan yang mengacu kepada persaudaraan dalam konteks nasab.

“Sekalipun demikian, itu juga digunakan untuk segala bentuk persaudaraan yang tidak berbasis secara langsung dengan garis nasab,” katanya saat Silaturahmi Keluarga Besar Muhammadiyah Cabang Cipondoh, Kota Tangerang, Ahad (13/4).

Kemudian, kata al-islamiyyah, dijadikan kata sifat untuk mensifati kata al-ukhuwah. Sehingga makna dari al-ukhuwah al-islamiyyah sebagai persaudaraan yang bersifat Islami. Dan persaudaraan yang nisbatkan kepada Islam.

“Iya, Islam mengajarkan persaudaraan. Atas dasar bahwa setiap manusia itu dalam pandangan Islam adalah baik. Semua orang itu baik. Hanya dengan pandangan seperti inilah relevan ungkapan tentang al-ukhuwah,” sebutnya.

Menurut Saad, ada pandangan yang bertolak belakang, bahwa manusia adalah serigala bagi manusia yang lainnya. Istilah ini dipopulerkan oleh Thomas Hobbes sebagai homo homini lupus.

“Serigala sifatnya menyerang. Sifatnya kemudian melenyapkan pihak lain. Pandangan yang seperti ini tidak bisa relevan dikaitkan dengan persaudaraan. Jadi dalam pandangan Islam, manusia itu baik. Didesign dengan yang baik, bahkan yang terbaik (fi ahsan at-taqwim),” ungkpanya.

Bagi Saad, persaudaraan hanya bisa terbangun dengan baik bilamana mengintegrasikan petunjuk Al-Qur’an yang kemudian termanifes ke dalam laku sehari-hari. “Persaudaraan dapat terbangun kalau hati ini baik, termasuk baik kepada orang lain. Tidak usah ada hati yang sakit,” imbuhnya.

Spektrum persaudaraan dalam konteks Islamiyah tidak semata-mata terbatas hanya dengan sesama muslim. “Tetapi juga persaudaraan sesama umat manusia seluruhnya,” ujarnya.

Untuk itu, Saad mengajak agar persaudaraan harus dirawat dengan sungguh-sungguh. Sehingga ajaran luhur Islam itu tidak mengalami pemudaran.

“Persaudaraan membutuhkan silaturahmi, menyebarkan keselamatan, rahmat dan berkah. Dan untuk menjaganya perlu saling memberi dan saling menghadiahi. Semakin banyak memberi, maka akan semakin baik,” urainya. (Cris/Tia/N)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MANADO, Suara Muhammadiyah - Indonesia memiliki peluang besar untuk memajukan pembangunan melalui su....

Suara Muhammadiyah

18 July 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kal....

Suara Muhammadiyah

16 July 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Komitmen membangun dan memperluas jejaring global terus diupayakan U....

Suara Muhammadiyah

19 June 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Pada hari Ahad, 14 Desember 2024, Masjid Al Insan lantai III RS ....

Suara Muhammadiyah

15 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Potensi yang dimiliki oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) s....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah