SEMARANG, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah akan menganugerahkan gelar Anggota Kehormatan kepada Wali Kota (Walkkot) Semarang dan Kapolri dalam rangkaian pembukaan Muktamar ke-16 Tapak Suci yang digelar di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang.
Anggota Kehormatan Tapak Suci adalah status keanggotaan khusus yang diberikan oleh Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah kepada seseorang berdasarkan jabatan, kedudukan, atau keahlian tertentu, seperti tokoh masyarakat, pejabat, atau figur yang berjasa besar terhadap organisasi.
Rony Syaifullah selaku Organizing Comittee Muktamar Tapak Suci mengatakan penganugerahan tersebut merupakan bentuk apresiasi organisasi terhadap pihak-pihak yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Tapak Suci.
"Tapak Suci itu sangat apresiatif sekali terhadap figur orang ataupun organisasi yang memang memberikan kontribusi nyata terhadap Tapak Suci," ujar Rony usai gladi bersih di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 Unimus, Rabu (5/8/2026).
Gelar Anggota Kehormatan itu diberikan untuk Wali Kota (Walkot) Semarang atas dukungan fasilitas dan logistik yang disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang selama pelaksanaan Muktamar, berupa penggunaan kawasan Simpang Lima hingga bantuan konsumsi bagi peserta dari berbagai daerah dan negara.
"Kita diberikan fasilitas Simpang Lima, kita diberikan fasilitas penggunaan berbagai fasilitas, dan di-support dengan adanya konsumsi dan lain sebagainya. Kalau dihitung uang juga sangat tinggi sekali nilainya. Kontribusi inilah yang kita hargai," jelas Roni.
Tak hanya Walkot Semarang, gelar serupa juga dianugerahkan kepada Kapolri atas perhatian dan kontribusi institusi Kepolisian terhadap eksistensi Tapak Suci selama ini.
"Termasuk dengan Bapak Kapolri, kita anugerahkan Anggota Kehormatan karena memang kontribusi dan perhatiannya terhadap Tapak Suci, sehingga kita benar-benar bisa eksis, dibuktikan banyak anggota Tapak Suci yang menjadi anggota Polri," katanya.
Tapak Suci Putera Muhammadiyah merupakan organisasi otonom di bawah Persyarikatan Muhammadiyah yang memadukan seni bela diri pencak silat dengan nilai-nilai dakwah Islam berkemajuan.
Tapak Suci bertransformasi dari sistem konvensional menuju digitalisasi untuk menjawab tantangan zaman dan manajemen modern.
Mengusung slogan "Dengan iman dan akhlak saya menjadi kuat, tanpa iman dan akhlak saya menjadi lemah", organisasi ini terus konsisten mencetak atlet berprestasi sekaligus meluaskan kepak sayap pencak silat hingga ke mancanegara.
Muktamar Tapak Suci sendiri merupakan forum permusyawaratan tertinggi dan ajang silaturahmi akbar yang diikuti oleh pimpinan pusat, wilayah, daerah, hingga perwakilan luar negeri.
Dalam perhelatan ini, para utusan berkumpul untuk melakukan evaluasi kinerja periode sebelumnya, merumuskan arah kebijakan dan haluan organisasi, serta menyusun strategi pengembangan keilmuan dan prestasi atlet agar makin disegani di tingkat internasional. (diko)

