Momentum Hari Lingkungan Hidup, Ananto Isworo Raih Penghargaan Kalpataru Adya 2026

Suara Muhammadiyah

12 June 2026

438
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pendiri Gerakan Shadaqah Sampah Berbasis Eco-Masjid Indonesia, Ananto Isworo, secara resmi menerima Penghargaan Kalpataru Adya 2026 kategori Perintis Lingkungan,. Penghargaan prestisius ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Muhammad Jumhur Hidayat, dalam rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Acara penyerahan penghargaan tersebut dilaksanakan pada hari Kamis, 11 Juni 2026, bertempat di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC). Momentum ini menjadi bagian dari seremoni pembukaan Indonesia International Environmental Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026 yang berlangsung pada 11–13 Juni 2026.

Ananto Isworo, yang juga aktif sebagai Ketua LDK PWM DIY, dinilai berhasil merintis pengelolaan lingkungan hidup yang inovatif melalui pendekatan berbasis masjid. Sejak tahun 2013, ia menginisiasi konsep Eco-Masjid yang mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah. Melalui Gerakan Shadaqah Sampah, sampah anorganik seperti botol plastik, kaleng, dan kertas dikumpulkan di masjid dengan niat sedekah.

Sampah yang terkumpul kemudian dipilah dan dijual, di mana hasilnya digunakan untuk program kemanusiaan, seperti santunan pendidikan, kesehatan, dan penyediaan sembako bagi warga kurang mampu. Inovasi alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini telah berhasil mengelola ratusan kilogram sampah setiap bulannya dan menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas lintas agama di Indonesia.

Menteri Muhammad Jumhur Hidayat dalam sambutannya menekankan bahwa pemberian penghargaan kepada 16 pejuang lingkungan, termasuk Ananto Isworo, merupakan pesan nyata bahwa kerja menjaga lingkungan harus terus diwariskan. Hal ini sejalan dengan tema nasional Hari Lingkungan Hidup 2026, yaitu "Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim".

"Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi kepada individu yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam pelestarian lingkungan hidup," ujarnya.

Inovasi Eco-Masjid merupakan langkah konkret dalam menjawab tantangan perubahan iklim melalui pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.

"Penghargaan ini adalah sebuah amanah yang terasa semakin berat dan luas bagi saya, namun InsyaAllah saya akan tetap membumi dan terus berupaya menginspirasi melalui gerakan ini," ungkap Ananto Isworo.

Ia menegaskan bahwa kunci utama dalam pelestarian lingkungan adalah perubahan mindset masyarakat agar melihat sampah bukan hanya sebagai sisa buangan, melainkan sebagai potensi gerakan sosial yang memiliki nilai edukatif, ekologis, sekaligus bernilai sedekah bagi sesama.

Acara INVIROTECH 2026 sendiri dihadiri oleh sekitar 4.000 undangan, termasuk tokoh nasional Prof. Emil Salim, duta besar negara sahabat, serta ribuan generasi muda (Gen Z dan Gen Alpha) yang diharapkan dapat meneruskan semangat para penerima Kalpataru dalam merawat bumi.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah dan....

Suara Muhammadiyah

25 March 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Institut Parahikma Indonesia (IPI) kini mengalami peralihan di ....

Suara Muhammadiyah

18 December 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pada tahun 1942, Stephen William Hawking lahir. Beranjak dewasa,....

Suara Muhammadiyah

30 March 2026

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Ika Rizqy Damayanti, mahasiswi tunarungu asal Desa Kalimade, Kecama....

Suara Muhammadiyah

21 October 2025

Berita

ACEH, Suara Muhammadiyah - Perjalanan panjang pasangan kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Aceh, Dr. H. ....

Suara Muhammadiyah

31 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah