GALUR, KULON PROGO – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Galur mengambil langkah strategis dalam mendorong kemandirian warga melalui agenda "Bedah Program Pemberdayaan Masyarakat". Bekerja sama dengan Kelembagaan Pirukunan Tuwanggana Galur, kegiatan ini digelar di Aula Kapanewon Galur pada Jumat (23/01) siang.
Acara ini menghadirkan dua pakar pemberdayaan sebagai narasumber utama, yakni Totok Sugianta dari Baznas Kulon Progo dan Muhammad Nova dari BMT UMY. Kehadiran mereka bertujuan untuk membedah peluang kolaborasi pendanaan dan pendampingan usaha bagi warga Muhammadiyah serta masyarakat umum di wilayah Galur.
Ketua MPM PCM Galur, Priyo Santoso, yang dikenal sebagai advokat sekaligus pemerhati civil society, menekankan bahwa MPM memiliki peran vital sebagai fasilitator teknis. Menurutnya, hambatan utama pemberdayaan seringkali terletak pada ketidakpahaman masyarakat dalam menyusun usulan program.
"Kami di MPM PCM Galur memiliki sumber daya manusia yang siap membantu membahasakan usulan warga berdasarkan potensi lokal yang ada. Kami bukan hanya sekadar memberi informasi, tapi melakukan advokasi dan pendampingan teknis agar potensi di tingkat Ranting bisa diakses dan didukung oleh lembaga donor seperti Baznas maupun BMT," tegas Priyo.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Panewu Galur. Dalam sambutannya, Panewu memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif MPM PCM Galur. Ia berharap sinergi ini dapat membawa kemanfaatan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kapanewon Galur melalui program-program yang tepat sasaran.
Dalam paparannya, Totok Sugianta (Baznas KP) dan Muhammad Nova (BMT UMY) menjelaskan berbagai skema pemberdayaan yang bisa diakses masyarakat luas. Mereka berharap forum seperti ini dapat memperpendek jarak informasi antara lembaga suport sytem program dengan masyarakat pelaku usaha.
"Seluruh program kami berorientasi pada peningkatan kesejahteraan. Kami berharap melalui relawan penggerak di PCM dan PRA Galur, informasi ini bisa tersampaikan secara masif sehingga semakin banyak warga yang mandiri secara ekonomi," ujar Muhammad Nova dari BMT UMY.
Acara ini diikuti dengan antusias oleh pengurus PCM, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM), Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA), serta jaringan relawan penggerak pemberdayaan. Melalui pertemuan ini, para relawan dibekali strategi teknis pendampingan, mulai dari tahap pengusulan program hingga pengawalan usaha di lapangan.

