SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Sleman Expo #1 yang berlangsung Jumat-Ahad (9-11/1) di Sleman City Hall tidak hanya sekadar memamerkan produk, tetapi sebagai ruang mengaktualisasikan diri bagi Ranting, Cabang, dan Amal Usaha Muhammadiyah Sleman. Dari sinilah menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
"Kita ingin memberikan pembelajaran kepada masyarakat Sleman bahwa Muhammadiyah di Sleman itu ada gerakan-gerakan baik itu pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun keagamaan. Itu yang paling penting," kata Ketua PDM Kabupaten Sleman Harjaka.
Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada yang membuka secara resmi acara tersebut menyebut, PDM Sleman yang telah memiliki ide dan sekaligus kecermatan dan keberanian untuk melangkah berdakwah, lebih-lebih dalam konteks MSE #1 yang berlangsung di pusat perbelanjaan mall.
"Tempat yang monumental. Kenapa? Karena Mall itu ibarat identik dengan belanja, tapi PDM kemudian mengisi belanja, beribadah, berdakwah jadi satu," ujar Ikhwan.
Lebih khusus lagi ditekankan Ikhwan di sini. "(MSE #1) dalam rangka mewujudkan Muhammadiyah yang berkemajuan," sebutnya. Sebagai organisasi Islam terbesar, sebut Ikhwan, Muhammadiyah senantiasa hadir di garda terdepan. "Untuk Indonesia yang berkemajuan," sambungnya.
Sehingga, dari MSE #1 ini, Ikhwan menyebut, Muhammadiyah Sleman menjadi wadah untuk memberikan kemanfaatan dan kesejahteraan bagi masyarakat luas. "Mengupayakan yang terbaik untuk kesejahteraan: sejahtera spiritual, sejahtera finansial, sejahtera sosiologis yang terus dibangun oleh Muhammadiyah," terangnya, yang juga Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto memberikan apresiasi khusus untuk PDM Kabupaten Sleman yang selama ini telah banyak membantu denyut kerja Pemerintah Kabupaten Sleman. "Muhammadiyah, itu sangat besar peranannya," bebernya, menyebut salah satu dampak kentara dirasakan yakni di bidang pendidikan.
"Itu adalah layanan dasar untuk meningkatkan sumber daya manusia," jelasnya.
Tidak hanya pendidikan, di bidang kesehatan pun demikian eksplisit. "Lewat rumah sakit, layanan-layanan edukasi kesehatan dari Muhammadiyah-'Aisyiyah ikut campur melakukan itu, tentu kesadaran masyarakat bagaimana hidup yang sehat," tegasnya.
Termasuk, ekonomi. Susmiarto mendorong agar Muhammadiyah terus menggeliatkan dakwah di sektor ekonomi. "Dengan expo ini, tentu juga terlibat aktif di level-level sampai di level ranting bersama-sama dengan binaan-binaan dari pemerintah maupun organisasi yang lain, saya sangat mengucapkan terima kasih," tandasnya.
Di lain sisi, Ketua Panitia Eko Sumardianto melaporkan, tahun ini MSE #1 diikuti sebanyak 52 peserta. "Alhamdulillah full terisi," ucapnya. Dengan bentang expo meliputi expo pendidikan, UMKM, ekonomi, lembaga keuangan, dan aum kesehatan.
Selain itu, ada talkshow Pendidikan, tabligh akbar, pentas seni, dan masih banyak lagi. "Insyaallah akan dilaksanakan di akhir," tutupnya, seraya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penuh MSE #1 ini. (Cris)

