MTQ Nasional Mahasiswa dan Kampus Berdampak

Publish

8 October 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
468
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Oleh: Prof Dr Masrukhi, MPd, Ketua Dewan Pengawas MTQMN XVIII dan Rektor Universitas Muhammadiyah Semrang

Gelaran musabaqah tilawatil Qur’an mahasiswa tingkat nasional merupakan event dua tahunan yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Saintek. Tahun 2025 kebetulan dilaksanakan di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Ahad-Jumat, 5-10 Oktober 2025.

Ada kekhasan tersendiri antara MTQ mahasiswa dengan MTQ pada umumnya. Sesuai dengan iklim kampus yang lebih akademis, cabang yang dimusabaqohkan tidak kesedar seni baca Al-Qur’an, tetapi juga syarhil Qur’an, debat isi kandungan Al Qur’an, sampai pada musabaqoh desain Al-Qur’an. 

Oleh karena itu pada MTQ mahasiswa tingkat nasional di tahun 2025 ini dilombakan sebelas cabang musabaqoh, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an, Musabaqah Tartil Qur’an, Musabaqah Tartil Qur’an, Musab Hifzhil Qur’an 10 Juz (HQ10), 20 Juz (HQ20), dan 30 Juz (HQ 30), Musab.

Khaththil Qur’an (KQ) Golongan Dekorasi dan Kontemporer, Musabaqah Fahmil Qur’an, Musabaqah Syarhil Qur’an, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an, Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an, Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an, Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW.

Antusiasme perguruan tinggi dalam kepesertaan MTQ mahasiswa tingkat nasional ini luar biasa, hampir semua perguruan tinggi di Indonesia mengikuti event ini, yang setelah melalui pra seleksi yang dilakukan secara daring, maka hanya yang lolos pra seleksi saja yang kemudian ikut berlaga di kancah nasional di universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Maka terlihat delegasi perguruan tinggi besar baik negeri maupun swasta, yang terlihat dari seragam yang dikenakan. Mulai dari ITB, UGM, IPB, Undip, Unnes, UII, Universitas Muhammadiyah, dan sebagainya. 

Semarak MTQ mahasiswa tingkat nasional ini sudah tentu memberikan makna yang positif terkait dengan kampus berdampak. Nilai-nilai Al Qur’an yang sangat agung mengajarkan agak kehidupan diri kita dan lembaga kita ini memberikan dampak yang nyata dalam kehidupan masyarakat, agar terjadi transformasi “minaddzulumaati ilannur”.  

Di antara butiran nilai di dalam Al Qur’an, setidaknya ada tiga nilai yang mengajarkan tentang dampak bagi masyarakat. Di dalam al Qur’an (QS 7:157), ketika menjelaskan tentang indikator ketaqwaan, ditegaskan “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ayat al-Qur’an di atas menegaskan bahwa di antara tugas orang bertaqwa adalah menyuruh mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mengerjakan yang mungkar, menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk, serta menghilangkan beban dan belenggu kehidupan yang menimpa masyarakat. 

Orang yang bertaqwa harus aktif di tengah-tengah masyarakat. Mereka harus hadir sebagai pengawal kebaikan agar masyarakat selalu berada dalam jalan yang benar. Selain itu orang yang bertaqwa pun harus hadir di tengah masyarakat menghilangkan beban dan belenggu masyarakat. Beban dan belenggu yang ada di masyarakat adalah mulai dari kemiskinan, pengangguran, keterbelakangan, kebodohan dan atribut lain yang menggambarkan hidup yang tidak berkualitas. 

Kampus merupakan komunitas para pemikir yang berbasiskan scientific based. Oleh karena itu keberadaannya jangan menjadi menara gading yang tidak menyentuh kehidupan masyarakat. Kampus harus dijiwai oleh nilai-nilai Al-Qur’an bagaimana hadir di tengah masyarakat untuk mengimplementasikan tiga amanah Al-Qur’an tersebut. Inilah makna dari kampus berdampak. 

Jika nilai-nilai Al-Qur’an menjiwai tata nilai kehidupan kampus, maka yang terjadi adalah penghambaan dan pengabdian keilmuan yang dimilikinya untuk kemaslahatan masyarakat bangsa dan negara, semata karena mengharapkan ridha Allah SwT.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Mu’arif Momentum milad Majalah Suara Muhammadiyah tahun ini diwarnai dengan berita meny....

Suara Muhammadiyah

16 August 2024

Wawasan

Emosi dan Identitas di Era Post-Truth Oleh: Suko Wahyudi, PRM Timuran Yogyakarta Era yang disebut ....

Suara Muhammadiyah

14 August 2025

Wawasan

Oleh: Donny Syofyan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas Salah satu cara untuk membuka j....

Suara Muhammadiyah

2 February 2024

Wawasan

Penderita Penyakit Jantung Koroner Apakah Boleh Melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan? Oleh: Prima Tri....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025

Wawasan

Janji Terakhir bagi Bani Israil Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universit....

Suara Muhammadiyah

25 August 2025