PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Sekitar 200 jamaah yang terdiri dari calon wali murid, wali murid, serta tamu undangan menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H yang digelar oleh MTs Muhammadiyah Purwokerto, Ahad (16/2).
Mengusung tema “Membangun Sekolah sebagai Madrasah Ramadhan, Mencetak Siswa Berprestasi menuju Generasi Muttaqin”, Tabligh Akbar ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter siswa yang unggul secara akademik sekaligus kokoh dalam nilai-nilai keislaman.
Kepala MTs Muhammadiyah Purwokerto, Neny Martiningsih menyampaikan, pihaknya membekali seluruh siswa dengan ilmu, agama, dan keterampilan multitalenta melalui berbagai ekstrakurikuler, dan ada juga siswa yang mengikuti ujian Juz 29 dan Juz 30.
“MTs Muhammadiyah Purwokerto berkomitmen membentuk siswa yang cerdas, berprestasi, dan berkarakter melalui pendidikan akademik, agama, dan keterampilan multi talenta. Tahun ajaran 2026/2027, MTs membuka program boarding 25 siswa putra serta menyediakan beasiswa dan potongan biaya bagi pendaftar pada Tabligh Akbar,” ujar Neny.
Yapin, Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas sekaligus selaku Ketua Komite MTs Muhammadiyah Purwokerto mengapresiasi sinergi warga sekolah dan orang tua sehingga Tabligh Akbar Ramadhan 1447 H terselenggara sukses, serta menyerahkan piagam penghargaan bagi siswa yang lulus Juz 29 dan 30.
“Keberhasilan Tabligh Akbar ini tidak lepas dari kerja sama dan komitmen seluruh warga MTs Muhammadiyah Purwokerto dan orang tua siswa. Selamat bagi siswa yang telah lulus Juz 29 dan 30,” ujar Yapin.
Sementara, dalam tabligh akbar, Ahmad Kifni mengajak seluruh orang tua memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum pembiasaan akhlak mulia di rumah, selaras dengan pembinaan di sekolah. Ia menekankan bahwa mencetak generasi muttaqin tidak hanya butuh kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual, kedisiplinan ibadah, dan keteladanan orang tua.
“Pendidikan putra-putri melalui Pesantren Muallimin tingkat MTs dan MA menjadi kunci lahirnya calon ulama, intelektual, dan kader militan yang tangguh, unggul, dan berkemajuan. Bulan Ramadhan harus dijadikan media untuk menciptakan generasi CEPRET: Cerdas, Berprestasi, dan Bertaqwa,” bebernya.
Kifni juga menegaskan, mencetak generasi muttaqin bukan semata soal kecerdasan intelektual. Lebih dari itu, dibutuhkan kekuatan spiritual yang kokoh, kedisiplinan dalam beribadah, serta keteladanan nyata dari orang tua sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.
“Ramadhan, katanya, adalah laboratorium pendidikan ruhani yang paling efektif untuk menanamkan nilai kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial,” terangnya.
Beliau juga menyoroti pentingnya pendidikan berkelanjutan melalui Pesantren Muallimin tingkat MTs dan MA sebagai fondasi kaderisasi umat. Dari lembaga inilah diharapkan lahir calon ulama, intelektual, dan kader militan yang tangguh.
“Bulan Ramadhan harus dijadikan media untuk menciptakan generasi CEPRET: Cerdas, Berprestasi, dan Bertaqwa,” tutupnya. (Tarqum)

