Muhadjir Effendy: Maafkan Sesama, Kuatkan Ekonomi Umat

Publish

23 April 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
92
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Prof. Muhadjir Effendy: Silaturahmi Idulfitri, Momentum Saling Memaafkan dan Penguatan Ekonomi Umat 

SERANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Banten menyelenggarakan Silaturahmi Idulfitri 1447 H di Gedung Dakwah PWM Banten, Serang, Jumat, 19 April 2026. Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., menguraikan makna silaturahmi pascaramadan sebagai wahana saling memaafkan antarmanusia, sekaligus menyoroti berbagai langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Prof. Muhadjir menjelaskan bahwa puasa Ramadan yang dijalani dengan landasan iman dan mengharap rida Allah akan menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Namun, cakupan pengampunan tersebut terbatas pada dosa kepada Allah SWT semata. Adapun dosa yang menyangkut hubungan antarsesama manusia tidak akan terhapus kecuali melalui proses saling memaafkan.

Di sinilah, tegasnya, letak urgensi silaturahmi pascaramadan. Forum temu umat seperti ini menjadi ruang untuk menuntaskan urusan kemanusiaan yang belum selesai, mempererat ukhuwah, dan membangun kembali hubungan yang mungkin sempat renggang.

"Pertemuan seperti ini menjadi momentum untuk menyelesaikan hubungan antarmanusia. Karena Allah tidak akan menghapus dosa antarsesama sebelum mereka saling memaafkan." jelas Muhadjir.

Beliau turut memperjelas perbedaan antara dua konsep yang kerap dicampuradukkan: ampunan (maghfirah) dan maaf (afwan). Ampunan adalah hak prerogatif Allah SWT terhadap hamba-Nya, sementara maaf berkaitan dengan relasi antarsesama manusia. Dalam doa duduk di antara dua sujud pun, seorang hamba memohon keduanya sekaligus: ampunan dari Allah dan maaf dari sesama.

Selain menyampaikan tausiyah, Muhadjir mengapresiasi inisiatif PWM Banten yang telah meluncurkan Badan Usaha Milik Muhammadiyah (BUMM) bernama Mentari Mega Utama. Langkah ini dinilai sebagai terobosan strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi organisasi.

Pada skala nasional, Muhammadiyah tengah mempersiapkan pembangunan pabrik infus guna memenuhi kebutuhan lebih dari 130 rumah sakit dan 300 poliklinik yang berada di bawah naungannya. Proyek senilai sekitar Rp800 miliar itu akan dilengkapi pula dengan pabrik jarum suntik, demi memenuhi kebutuhan alat kesehatan yang terus meningkat dari waktu ke waktu.

"Selama ini kita masih bergantung pada pihak lain. Dengan membangun pabrik sendiri, kita bisa lebih mandiri dan memberikan manfaat yang lebih besar." ujar Muhadjir optimis.

Muhammadiyah juga mulai merintis keterlibatan di sektor pertambangan mineral. Muhadjir menekankan bahwa orientasi utama bukanlah perolehan keuntungan finansial semata, melainkan kemanfaatan seluas-luasnya bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

"Jika Muhammadiyah dipercaya mengelola tambang, maka yang pertama dilakukan adalah pemulihan lingkungan, kedua pemberdayaan masyarakat sekitar, dan baru kemudian memikirkan keuntungan." Muhadjir menambahkan.

Kesiapan sumber daya manusia di bidang ini, tegasnya, sudah terbentuk. Muhammadiyah telah memiliki program studi pertambangan di sejumlah perguruan tinggi, serta SMK kejuruan yang secara khusus mempersiapkan tenaga terampil di sektor tersebut.

Dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Khusus Presiden, Muhadjir menyampaikan keyakinannya bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini akan berjalan lancar, kendati dinamika geopolitik di Timur Tengah masih terus berkembang. Pemerintah, tegasnya, berkomitmen penuh untuk tidak membebankan biaya tambahan kepada jamaah, meskipun terjadi penyesuaian rute penerbangan.

Muhammadiyah sendiri tengah mempersiapkan pembangunan Kampung Haji di Makkah yang dirancang mampu menampung ribuan jamaah asal Indonesia. Proyek ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji secara mandiri dan berkelanjutan.

Di penghujung tausiyahnya, Prof. Muhadjir menyampaikan keputusan terbaru Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah bahwa penyembelihan dam (denda ibadah haji) dapat dilaksanakan di Indonesia. Kebijakan ini diharapkan memberi dampak ekonomi yang signifikan, khususnya bagi para peternak lokal di seluruh wilayah tanah air.

"Jika dilaksanakan secara luas, ini akan berdampak besar terhadap perekonomian umat dan memastikan distribusi manfaat yang lebih optimal." pungkas Muhadjir. (Rul/Naf)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Kategori Penanggulangan Krisis Kesehatan 2024 JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Bidang EMT ....

Suara Muhammadiyah

13 August 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Kepemimpinan merupakan bagian penting dalam kehidupan. Ketrampilan kepe....

Suara Muhammadiyah

24 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Setelah menjalani pembelajaran selama tempo 3 tahun, sebanyak....

Suara Muhammadiyah

23 June 2024

Berita

KARAWANG, Suara Muhammadiyah – Dalam menghadapi era modern yang serba digital dan kompetitif, ....

Suara Muhammadiyah

11 July 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - PoltekMu Makassar melaksanakan kegiatan asesmen lapangan oleh tim ase....

Suara Muhammadiyah

27 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah