Muhadjir Effendy: Petani adalah Basis Indonesia Berkemakmuran

Suara Muhammadiyah

21 September 2025

767
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy dalam Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muhammadiyah (21/9).

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy dalam Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muhammadiyah (21/9).

KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Selama expo dan bazar dalam rangka Jambore Nasional 1 Jamaah Tani Muhammadiyah di Kebumen, berdasar data panitia, expo dan bazar telah dihadiri 22 ribu pengunjung. Dan keuntungan yang diperoleh sebesar 1,1 miliar rupiah.

Nurul Yamin, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengapresiasi penyelenggaraan jambore yang menurutnya sangat luar biasa.

"Tak ada gading yang tak retak. Mohon maaf jika banyak kesalahan selama acara. Semoga acara ini dapat membawa keberkahan untuk kita semua," tutupnya.

Pada puncak acara jambore yang berlangsung di Kebumen, MPM meluncur Gerakan Menanam dan Gerakan Bela dan Beli Produk Muhammadiyah.

Muhadjir Effendy mengatakan bahwa semua entitas perlu dirajut untuk membangun ekosistem pertanian yang kuat. "Mudah-mudahan selama di Kebumen para peserta mendapatkan pengalaman yang berharga," tegasnya.

Melanjutkan sambutannya, ia pun berpesan agar tidak ada peserta jambore yang pulang tanpa membawa apa-apa. Hal itu yang menurut mantan Kemendiknas RI sangat penting dan urgen bagi seluruh peserta jambore yang seluruhnya berprofesi sebagai petani.

"Jika budaya ini dirawat dan dijaga, tentu acara ini akan menjadi gerakan yang sangat besar," tegasnya.

Menurutnya, pertanian merupakan program yang menjadi fokus pemerintah Presiden Prabowo. Dalam mewujudkan hal ini, Muhadjir mengajak seluruh elemen masyarakat memberantas korupsi yang menjadi penyakit kronis dari bangsa Indonesia.

"Kita betul betul harus berdakwah dan reelnya adalah JATAM untuk berdakwah memberantas korupsi di bawah," tegasnya. 

Mantan Rektor UMM tersebut berharap bahwa JATAM dapat menjadi alternatif gerakan pertanian yang berkemajuan. 

Ia pun mengajak masyarakat mengubah persepsi tentang petani yang dianggap miskin. Petani menurut merupakan profesi yang mulia dan strategi untuk membangun Indonesia berkemakmuran.

"Namanya makmur itu basisnya ya petani, kalau pinter itu basisnya guru. Kalau ingin canggih, basisnya ya teknokrat," tegasnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Diaspora Bangga, Sekolah Muhammadiyah di Melbourne Disambut Jusuf Kalla dan Rencana Ekspansi ke Sydn....

Suara Muhammadiyah

23 August 2025

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali menun....

Suara Muhammadiyah

25 January 2025

Berita

BOGOR, Suara Muhammadiyah - Klinik Pratama Rawat Inap Khairu Ummah PKU Muhammadiyah Leuwiliang Bogor....

Suara Muhammadiyah

9 July 2025

Berita

TANGERANG, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Solear mengadakan pengukuh....

Suara Muhammadiyah

20 November 2023

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Program Studi Ilmu Keolahragaan S1 Fakultas Kesehatan Masyaraka....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah