NGANJUK, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah akan terus maju ke depannya. Demikian kata Muhadjir Effendy, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal, optimistis. Untuk bisa maju, banyak prasyaratnya, salah satunya memperkuat jangkar ekonomi.
“Muhammadiyah melihat ada celah yang masih lemah yaitu di sektor ekonomi,” katanya pada Pengajian Ahad Pagi Fajar Mubarok di SMA Muhammadiyah 1 Nganjuk, Ahad (11/1). Pengajian bulanan ini diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Muhadjir mengingatkan tentang keputusan Muktamar ke-47 di Makassar, Sulawesi Selatan tahun 2015. Di dalamnya, muatannya sangat substansial sekali, yaitu fokus menjadikan gerakan ekonomi sebagai pilar ketiga Persyarikatan. “Berarti sudah berjalan 10 tahun. Selama 10 tahun ini, perkembangannya belum terlalu menggembirakan,” ungkapnya.
Di sinilah Muhadjir mendorong untuk bergelora membangun gerakan ekonomi Muhammadiyah. “Itu harus kita lakukan,” ujarnya. Menurut Muhadjir, ekonomi menjadi tantangan yang dihadapi begitu berat dan kompleks. “Karena Muhammadiyah sudah terlalu lama meninggalkan ekonomi,” terangnya.
Secara kultur, denyut Muhammadiyah pada masa awal disokong oleh para saudagar. “Tetapi, lama-lama dunia usaha ini ditinggalkan oleh Muhammadiyah,” sebut Muhadjir sekali lagi.
Karenanya, saat ini Muhammadiyah tengah mengupayakan untuk memasifkan kembali dakwah ekonomi di akar rumput. "Kalau tidak, kita akan semakin tertinggal dengan zaman," ujarnya, menggarisbawahi titik sejarah Muhammadiyah pada masa awal sangat kental dengan para tokohnya berkiprah menjadi saudagar.
"Jadi dulu, Muhammadiyah itu dipelopori oleh ekonom-ekonom dan para pengusaha," jelasnya. "Mari kita tiru bersama," tandasnya. (Cris)

