JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Kantor Arigatou International Geneva di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta Ms. Maria Lucia Uribe Torre, Direktur Suchit Abeye is Senior Technical Lead - Ethics Education, Arigatou International Geneva. Penjamuan diterima oleh Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni dan ditemani oleh Unang Rahmat Wakil Sekretaris Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah (24/6).
Syafiq mengucapkan terimakasih atas kehadiran Lembaga ini melalui penawaran dan keejasama yang akan dibangun dalam mencari kesepakatan saling menguntungkan kedua belah pihak tentunya. Muhammadiyah merupakan Ormas dengan gerakan Islam yang berwatak dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid (pembaruan). Tiga pilar utama, Islam (pemurnian ajaran), Dakwah, dan Tajdid.
Dalam implementasinya diwujudkan melalui berbagai amal usaha diberbagai bodang.
1. Pendidikan, pengelolaan ribuan sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
2. Kesehatan, pembangunan rumah sakit, klinik, dan balai kesehatan untuk melayani masyarakat luas.
3. Kesejahteraan Sosial, penyelenggaraan panti asuhan, panti jompo, dan santunan bagi kaum dhuafa serta fakir miskin.
4. Pemberdayaan Ekonomi, endirian koperasi, Baitul Maal wa Tamwil (BMT), dan usaha kecil untuk membangun kemandirian umat
Sementara lmbaga ini yang telah bermitra dalam meningkatkan kerja sama dalam meningkatkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia dan dalam hal ini memang sangat bersingergi jika dilaksanakan program bersama nantinya. Kolaborasi yang akan mencakup pelaksanaan Program Belajar Hidup Bersama, yang bertujuan mendukung anak-anak dan remaja dalam mengembangkan nilai-nilai etis serta membangun pemahaman antar agama.
Dalam kesempatan Mt. Maria menyampaikan kesuksesan program yang telah menjangkau 60 ribu siswa dan melatih 1.500 guru, dengan ’Proyek Pendidikan Etika Bersiap Masuk Fase Ketiga’ yang berdampak nyata di lima provinsi yaitu: Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat, Jawa barat dan Jawa Timur. Program evaluasi internasional untuk pendidikan etika sukses menyelesaikan fase pertama (tahun 2024) dan fase kedua dengan capaian impresif. Mengonsolidasikan keberhasilan tersebut, proyek berskala global ini kini tengah bersiap meluncurkan fase ketiga untuk memperluas dampak positifnya. Program ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pelatihan pendidikan etika dalam memperkuat pendidikan perdamaian dan nilai di berbagai negara.
Di Indonesia, kurikulumnya diintegrasikan secara adaptif dengan kebijakan kementerian saat ini, seperti Profil Pelajar Pancasila, model habituasi (7 Habits), dan pendekatan deep learning, juga berfokus pada pengajaran anak-anak untuk hidup bersama dalam keberagaman (learning to live together) serta penguatan pendidikan perdamaian.
Sinergi Global Edukasi Etika untuk Profil Pelajar Pancasila
Program Edukasi Etika yang diinisiasi oleh Arigatou International bersama para mitra global seperti UNESCO, KAICIID, dan Higher Committee of Human Fraternity, kini telah memasuki fase kedua menuju fase ketiga. Program ini berfokus pada pengajaran anak-anak untuk hidup bersama dalam keberagaman (learning to live together) serta penguatan pendidikan perdamaian.
Metode Pelatihan Intensif dan Mandiri, dengan keberhasilan yang tidak lepas dari metode pelatihan Training of Trainers (ToT) yang menggunakan pendekatan pedagogi interaktif yang dimulaii dari storytelling, studi kasus, roleplay, hingga aksi nyata yang dipimpin oleh anak (child-led action). Durasi pelatihan reguler berjalan selama 3 hingga 4 hari, sedangkan untuk pertemuan internasional (seperti yang pernah digelar di Yogyakarta), pelatihan intensif dilakukan selama 6 hari.
Sementara itu, kemandirian di daerah, melalui skema ToT, para guru yang lulus diharapkan menjadi fasilitator yang mampu melatih guru-guru lain di daerah mereka secara mandiri (peer training).
Guna mempercepat replikasi program, kolaborasi dengan jaringan sekolah yang luas menjadi fokus utama. Salah satu langkahnya adalah menyiapkan penggerak (key persons) di komunitas guru dalam sistem pendidikan besar seperti Muhammadiyah, sehingga model pelatihan ini dapat diterapkan secara masif di seluruh jaringan sekolah Muhammadiyah dengan akselerasi Pendidikan Karakter dan Bahasa Arab yang bersinergi dengan Program Edukasi Etika Global dan Penguatan Pesantren Muhammadiyah
Sementara itu, Unang Rahmat akan segera berkoordinasi dengan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal PP Muhammadiyah, karena sejak setahun yang lalu sudah melakukan sejumlah pelatihan atau bimtek bagi para guru sekolah/madrasah Muhammadiyah di seluruh provinsi, yang diselenggarakan bekerja sama dengan (didanai oleh) Diktorat Jenderal GTK Kemendikdasmen RI.
Penguatan Pendidikan karakter ini diintegrasikan dengan Bimtek Pembelajaran Mendalam, Koding dan Kecerdasan Artifisial yang dikemas dalam pelatihan yang berjalan selama 5 hari.
Pendidikan Karakter atau character education yang oleh Arigatou Internasional diistilahkan dengan ethics education sesungguhnya merupakan nilai-nilai islami sekaligus nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang selalu diajarkan oleh para orang tua. Namun seiring waktu berjalan, pada pelaksanaannya menghadapi tantangan dan pendangkalan.
Oleh karena itu adanya tawaran kerjasama dari Arigato International merupakan peluang penting untuk saling belajar dan saling berbagi dalam menanamkan, menumbuhkan serta mempraktikkan nilai-nilai universal ini agar generasi mendatang dapat hidup bersama berdampingan dalam damai penuh harmoni.

