Muhammadiyah dan BPJS Ketenagakerjaan Lakukan Penguatan Jaring Pengaman Sosial Bagi Pekerja

Suara Muhammadiyah

24 April 2026

593
Dok SM

Dok SM

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pada Jumat, 24 April 2026, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama BPJS Ketenagakerjaan resmi menandatangani Nota Kesepahaman di Aula Lantai 3 Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Di Tiro No. 23, Yogyakarta. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat perlindungan dan kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia.

Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat, menjelaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada perlindungan dasar pekerja, tetapi juga memperluas layanan ke sektor keuangan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Melalui kerja sama ini, diharapkan akses layanan jaminan sosial dan pekerjaan bagi pekerja menjadi lebih mudah, sekaligus membuka peluang peningkatan keterampilan melalui penguatan soft skill dan hard skill. Ia juga menekankan pentingnya integrasi sistem yang mampu menghadirkan layanan yang otomatis terhubung, sehingga pekerja tidak hanya mendapatkan jaring pengaman sosial, tetapi juga kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dalam amanatnya menegaskan bahwa nota kesepahaman ini merupakan langkah penting yang akan segera ditindaklanjuti secara konkret. Ia menyoroti bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan yang bergerak di berbagai bidang memiliki keterlibatan besar terhadap tenaga kerja, sehingga kebutuhan akan sistem perlindungan yang komprehensif menjadi sangat mendesak.

Haedar juga menggarisbawahi bahwa dinamika ketenagakerjaan di Indonesia masih menyisakan kerentanan. Munculnya berbagai serikat dan gerakan buruh menunjukkan bahwa persoalan tenaga kerja belum sepenuhnya terselesaikan, tidak hanya terkait pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, tetapi juga menyangkut tempat tinggal dan kualitas hidup secara menyeluruh. Oleh karena itu, kerja sama ini dinilai strategis dalam mendorong terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan yang lebih luas.

Dalam konteks global, ia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi dunia saat ini tengah menghadapi tekanan yang semakin berat. Untuk itu, ia menekankan dua hal penting. Pertama, perlunya pengelolaan anggaran yang aman dan efisien. Anggaran besar, menurutnya, bukanlah simbol kebanggaan, melainkan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab melalui sistem yang transparan dan efektif. Muhammadiyah, dengan pengalaman panjangnya, dinilai memiliki kapasitas dalam pengelolaan sistem tersebut.

Kedua, pentingnya mendorong kerja-kerja kreatif dan produktif sebagai fondasi kemajuan bangsa. Di tengah perubahan zaman yang cepat, pendekatan kerja yang inovatif diyakini mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Kerja sama ini pada akhirnya mencerminkan semangat Islam Berkemajuan, sebuah pandangan yang menekankan kemajuan, keadilan, dan kesejahteraan sebagai pilar utama dalam membangun kehidupan pekerja yang berkeadaban. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Teguhkan Komitmen Lestarikan Bahasa dan Budaya Jawa YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SD Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

9 September 2026

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perlindungan hukum bagi pekerja migran Indonesia (PMI) menjadi perhati....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhammad Saad Ibrahim menerima....

Suara Muhammadiyah

13 January 2026

Berita

BULUKUMBA, Suara Muhammadiyah - Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Palampang Bulukumba dalam dua tahun ter....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan momen penting bagi sebuah k....

Suara Muhammadiyah

3 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah