YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi membuka kompetisi The 1st Muhammadiyah Games 2026, Sabtu (16/5) di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta dengan mengusung tema "Sportivitas Berkemajuan Berprestasi untuk Persyarikatan."
"The 1st Muhammadiyah Game 2026 ini merupakan salah satu program yang memang menjadi unggulan Lembaga Pengembangan Olahraga," kata Nur Subekti, Ketua Panitia.
Nur menyampaikan, kompetisi ini dipertandingkan di tiga kota, yaitu Yogyakarta (UAD Yogyakarta dan UMY), Surakarta (UM Surakarta), dan Purwokerto (UM Purwokerto).
"Dalam ajang ini dipertandingkan 6 cabang olahraga dan 1 cabang festival," ujarnya dihadapan Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib, Syamsul Anwar, dan jajaran tamu undangan lainnya.
Nur mengerucutkan 6 cabang itu meliputi pencak silat, panahan, atletik, bulu tangkis, dan bola voli, dan tenis meja. Dan untuk olahraga festival yaitu senam Anak Indonesia Hebat.
"Total peserta yang mengikuti untuk enam cabang olahraga kompetisi, dari pencak silat itu berjumlah 690, panahan 364, atletik 327, bulu tangkis 120, tenis meja 34, bola voli 418, sehingga totalnya ada 1.953," beber Nur.
Sedangkan untuk olahraga festival, senam Anak Indonesia Hebat, jumlahnya ada 352. "Alhamdulillah ini diikuti sangat antusias," ungkapnya. Sehingga secara total, peserta The 1st Muhammadiyah Game yang pertama ini adalah 2.305 peserta.
Nur menambahkan, kompetisi ini dipertandingkan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Untuk jenjang SD ada 153 siswa, untuk SMP/MTs 487 siswa, SMA 663 siswa, dan perguruan tinggi ada 649 mahasiswa.
"The 1st Muhammadiyah Game untuk olahraga kompetisi memperebutkan total medali 122 medali, dan terbagi dari 122 medali emas, 122 medali perak, dan 184 medali perunggu," jelasnya.
Rektor UAD Yogyakarta Muchlas menyampaikan selamat datang kepada para peserta. Ia menyebut, kompetisi ini menjadi cikal bakal event pertandingan-pertandingan olahraga di lingkungan Muhammadiyah.
"Kita ingin menunjukkan bahwa Muhammadiyah memiliki resources olahraga yang luar biasa," sebut Muchlas.
Dan ini nanti, sambung Muchlas, niscaya memberikan manfaat yang besar tidak hanya bagi Persyarikatan, tapi untuk bangsa Indonesia secara keseluruhan.
"Karena ini bisa menjadi jembatan untuk bisa memasok atlet internasional, atlet nasional yang berangkat dari resources olahraga yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah," jelasnya.
Muchlas berharap, kompetisi ini dapat berlangsung secara berkelanjutan ke depannya. "Event ini luar biasa," singkapnya. Dan, lebih jauh lagi, bisa memberi manfaat secara luas.
"Kita bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan dan kejayaan Persyarikatan Muhammadiyah ini," tandasnya.
Ketua LPO PP Muhammadiyah Gatot Sugiharto mengemukakan, olahraga di Muhammadiyah ini bukan sesuatu yang baru. Sejak awal, Muhammadiyah sudah mengembangkan dakwah berbasis olahraga.
"Bahkan tokoh-tokoh olahraga nasional itu banyak yang berasal dari Muhammadiyah," tuturnya.
Tokoh itu antara lain, Abdul Hamid (Tokoh Muhammadiyah sebagai inisiator lahirnya pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Muhammad Jamiat Dalhar (pemain dan pelatih timnas sepak bola Indonesia).
"Insyaallah ini menjadi tokoh-tokoh olahraga di Muhammadiyah, yang sampai hari ini insan-insan olahraga di Muhammadiyah tentu masih mengingat jasa-jasa beliau semuanya," ujar Gatot.
Secara khusus, Gatot menggarisbawahi kompetisi ini sebagai panggilan untuk memberikan wadah bagi generasi muda, khususnya kader Persyarikatan.
"Itu tentu juga harus punya wadah untuk berekspresi di rumahnya sendiri. Kami di LPO akan terus berbuat, bukan hanya untuk pengembangan prestasi, tetapi juga di bidang-bidang yang lain," tekannya. (Cris)

