YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammaadiyah Haedar Nashir mengecam tindakan bengis zionis Israel yang melakukan penahanan jurnalis Indonesia saat mengikuti misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Gaza.
Demikian saat ditemui di sela-sela Resepsi Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Selasa (19/5) di Covention Hall Walidah Dahlan Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.
“Muhammadiyah selalu mengecam setiap bentuk intervensi bahkan juga menggunakan kekerasan atau politik kekerasan yang akhirnya merugikan semua pihak,” tegas Haedar.
Haedar mengemukakan, kalau para jurnalis, para aktivis kemanusiaan, tidak memiliki keterpautan dengan kepentingan politik apa pun. Tetapi, menjalankan misi kemanusiaan.
“Jurnalis dan para aktivis kemanusiaan mereka tidak punya kepentingan politik apa pun,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Haedar meminta kepada Israel agar tidak bertindak serampangan dan membabi buta terhadap para aktivis kemanusiaan yang menjalankan misi luhur tersebut.
“Jangan sampai menghadapi persoalan Palestina dengan tindakan yang justru merugikan pihak-pihak yang membawa misi kemanusiaan dan perdamaian,” katanya.
Pada saat uang sama, Haedar mendesak kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk bergerak mengambil tindakan nyata terhadap pelbagai bentuk kekerasan dan penahan terhadap misi kemanusiaan tersebut. (Cris)

