Muhammadiyah Kudus Luncurkan Program Zero Waste School

Publish

4 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
246
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Kolaborasi dua majelis PDM Kabupaten Kudus dorong sekolah-sekolah Muhammadiyah menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis edukasi yang terstruktur dan berkelanjutan.

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Majelis Lingkungan Hidup dan Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kudus resmi melaksanakan Program Zero Waste School; Edukasi Penanganan Sampah Berbasis Sekolah di seluruh sekolah dan madrasah Muhammadiyah serta SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus. Program ini merupakan tindak lanjut dari rapat bersama yang digelar pada 8 April 2026 dan diperkuat dengan surat pemberitahuan resmi bernomor 420/III.4/F/2026.

Kunjungan ke sekolah-sekolah binaan dilaksanakan secara bertahap mulai 25 April hingga 13 Mei 2026. Program Zero Waste School melibatkan tim kolaborasi antara Majelis Lingkungan Hidup PDM Kudus di bawah pimpinan Purnawirawan, dengan Majelis Dikdasmen & PNF yang diketuai oleh Drs. Turikhan, M.Pd. Kunjungan menyasar lebih dari 20 sekolah dan madrasah, mulai dari jenjang MI, SD, SMP, MTs, SMA, SMK, hingga MA Muhammadiyah se-Kabupaten Kudus.

"Program Sekolah Bebas Sampah bukan sekadar tujuan akhir, tapi titik awal untuk membangun budaya baru dan mengubah perilaku masyarakat di luar lingkungan sekolah," tegas Purnawirawan dalam briefing tim pendamping sekolah.

Program ini lahir dari keprihatinan bersama atas kondisi pengelolaan sampah di Indonesia. Data tahun 2025 menunjukkan bahwa timbunan sampah nasional mencapai 56,63 juta ton, namun hanya sekitar 22,09 juta ton yang dikelola dengan baik. Sebagian besar TPA masih menggunakan sistem open dumping yang mencemari air tanah, menghasilkan gas metana berbahaya, dan menurunkan kualitas hidup masyarakat sekitar.

Sekolah dipandang sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran lingkungan. Guru berperan tidak sekadar mentransfer pengetahuan, melainkan juga menjadi teladan nyata dalam memilah sampah, mengurangi sampah plastik, dan mendorong kebiasaan ramah lingkungan di dalam maupun di luar kelas.

Pelaksanaan Program Zero Waste School meliputi:

Pembentukan Tim Zero Waste Sekolah; Membentuk tim khusus di setiap sekolah yang berfungsi sebagai penggerak sekaligus inspirator bagi warga sekolah dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Edukasi dan Literasi Lingkungan; Memberikan edukasi komprehensif mengenai dampak negatif sampah, teknis pemilahan (organik, anorganik, dan residu), serta strategi pencegahan timbulan sampah baru sejak dari sumbernya.

Penyediaan Sarana dan Pembiasaan Budaya Baru; Menyediakan tempat sampah terpilah di setiap kelas serta mewajibkan penggunaan botol minum (tumbler) dan budaya menghabiskan makanan tanpa sisa bagi seluruh warga sekolah.

Pengembangan Kebijakan Sekolah Hijau; Menyusun kebijakan sekolah yang tegas, meliputi larangan penggunaan styrofoam dan plastik sekali pakai di kantin, serta pengolahan mandiri sampah organik menjadi kompos.

Pemantauan dan Evaluasi Berbasis Indikator; Melakukan monitoring berkala menggunakan 20 indikator penilaian untuk mengukur tingkat capaian sekolah serta merumuskan langkah perbaikan yang berkelanjutan.

Evaluasi pelaksanaan program dilakukan dengan instrumen 20 indikator yang mencakup aspek kebijakan sekolah, peran kepala sekolah, kondisi lingkungan, integrasi kurikulum, pengelolaan bank sampah, hingga manfaat ekonomi dan sosial bagi komunitas sekitar. Masing-masing indikator diberi nilai 0, 1, atau 3, dengan nilai total maksimal 60 poin.

Selain evaluasi sekolah, program ini juga menyertakan Lembar Evaluasi Siswa yang mengukur pemahaman peserta didik tentang jenis sampah, dampak negatifnya terhadap lingkungan, serta kebiasaan sehari-hari seperti membawa tumbler dan menghabiskan makanan tanpa sisa.

Dengan program ini, PDM Kabupaten Kudus berharap sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak hanya menjadi lingkungan belajar yang bersih, tetapi juga menjadi pusat perubahan budaya pengelolaan sampah yang memancar ke keluarga dan masyarakat luas, yang membuktikan bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang konsisten dan berkelanjutan (WNAgustina).


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Pusat menyatakan keprihatinan mendalam a....

Suara Muhammadiyah

29 August 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan ....

Suara Muhammadiyah

19 September 2025

Berita

Dosen UMY Berikan Pelatihan dan Pendampingan di TK ABA Kentungan SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Keter....

Suara Muhammadiyah

21 August 2024

Berita

SIMPANG EMPAT, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Derah Muhammadiyah Kabupaten Pasaman Barat gelar Milad ....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

Siap Bangkitkan Semangat Kreativitas BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dekan Fakultas Sosial dan ....

Suara Muhammadiyah

8 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah