JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Bendahara Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen & PNF) PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Herwina, M.A. menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan sekolah unggul, penguatan tata kelola, serta pembangunan sekolah bertaraf internasional Muhammadiyah Global School (MGS).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rakorwil Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DKI Jakarta yang berlangsung di Gedung Pusdiklat Kemendikdasmen pada 8–9 Mei 2026 dengan mengusung tema “Mewujudkan Pendidikan Muhammadiyah yang Unggul, Berkarakter, dan Berkemajuan.”
Hal tersebut disampaikan dalam paparan perkembangan sekolah/madrasah Muhammadiyah di Jakarta, Mei 2026. Dalam paparannya, Muhammadiyah terus menunjukkan peran strategis sebagai organisasi pendidikan yang memiliki jaringan sekolah luas di Indonesia, mulai dari wilayah perkotaan hingga daerah terpencil.
Menurut Herwina, data yang terhimpun pada Pimpinan Pusat majelis Dikdasmen & PNF, Muhammadiyah saat ini telah memiliki 5.522 satuan pendidikan yang terdiri atas SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, SLB, hingga PKBM.
Jumlah murid Muhammadiyah juga mengalami peningkatan dari tahun ajaran 2024/2025 ke 2025/2026 sebesar 1,44 persen.
“Sekolah Muhammadiyah harus kuat nilai, unggul ilmu, baik akhlak, bermanfaat bagi umat, dan siap menghadapi zaman,” demikian semangat yang terus digaungkan dalam pengembangan pendidikan Muhammadiyah.
Dalam pemaparannya, Herwina menjelaskan bahwa Muhammadiyah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan sekolah dan madrasah, di antaranya rendahnya komitmen manajerial, lemahnya kepemimpinan transformasional, pengelolaan yang belum profesional, hingga ketergantungan terhadap pembiayaan dari iuran peserta didik dan dana bantuan pemerintah.
Sekolah/Madrasah Muhammadiyah bisa lebih kuat dan menguatkan lagi apabila saling tolong menolong/Ta'awun terus dikembangkan dan menjadi fondasi kuat beramal usaha, sekolah unggul harus terus bertambah, tidak ada lagi sekolah darurat atau yang muridnya dibawah 100.
DKI Jakarta harus terdepan dalam prestasi dan dedikasi menjadi uswatun hasanah dalam dana ta'awun. Hal ini dibutuhkan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program strategis tahun 2026, seperti pelatihan guru MIPA, IPS, dan Bahasa Inggris, pelatihan calon kepala sekolah, penguatan penjaminan mutu, pengembangan sekolah unggul, hingga pembangunan Muhammadiyah Global School sebagai sekolah Islam bertaraf internasional.
Herwina menambahkan, pembangunan Muhammadiyah Global School menjadi langkah nyata Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan modern yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam Berkemajuan.
Sekolah tersebut dirancang dengan konsep green school, terintegrasi, serta memadukan kurikulum nasional dan internasional yang diperkuat dengan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Selain itu, Muhammadiyah juga terus mendorong pengembangan talenta unggul melalui berbagai ajang nasional dan internasional, seperti Olympicad, Olimpiade Muhammadiyah Berprestasi Nasional (OMBN), Kangaroo Mathematics Olympiad, hingga International Mathematics and Science Olympiad (IMSO).
Di wilayah Jakarta sendiri, sekolah/madrasah Muhammadiyah menunjukkan capaian positif. Berdasarkan data Dapodik Oktober 2025, terdapat 85 satuan pendidikan Muhammadiyah dengan jumlah murid mencapai 21.811 siswa.
Hasil asesmen nasional di Jakarta juga menunjukkan capaian literasi, numerasi, dan karakter yang berada di atas rata-rata nasional, ini adalah prestasi yang harus terus dikembangkan.
Herwina berharap seluruh elemen Muhammadiyah dapat terus memperkuat sinergi dan etos kerja sebagaimana dicontohkan oleh K.H. Ahmad Dahlan dalam membangun pendidikan yang modern, adaptif, mandiri, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. (HA/Naf)

