Muhammadiyah Satu-satunya Ormas yang Mampu Kelola Ribuan AUM hingga Akar Rumput

Suara Muhammadiyah

10 August 2026

92
Dr KH Tafsir, MAg. Foto: Isna

Dr KH Tafsir, MAg. Foto: Isna

JEPARA, Suara Muhammadiyah – Amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Tengah sangat unggul dan maju, terutama ihwal pendidikan. Perguruan tinggi, misalnya, kata Tafsir, sudah tersebar di pelbagai wilayah di Jawa Tengah. “Sekarang ada 23 perguruan tinggi,” ucapnya.

Sehingga, dengan jumlah kumulatif demikian, Jawa Tengah dipastikan tidak akan menambah lagi perguran tingginya. “Karena Pimpinan Pusat Muhammadiyah tidak merekomendasi berdirinya perguruan tinggi baru Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Jawa Tengah,” bebernya.

Bagi Tafsir, amal usaha itu tidak mesti berbentuk perguruan tinggi, pun bahkan juga rumah sakit. Bahkan lebih khusus lagi, agar bisa masuk dalam kategorisasi amal usaha unggulan. Karena ada bentuk amal usaha yang lain yang bisa dicoba untuk diimplementasikan.

“Banyak program lain yang bisa menjadi unggulan. Jangan paksakan perguruan tinggi dan rumah sakit. Itu program-program hight cost,” beber Tafsir.

Demikian Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah tersebut mengatakan Ahad (9/8) saat Pengajian Akbar Triwulan PDM Jepara dan Penutupan CRM Unggulan 2026 di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Blimbingrejo, Nalumsari, Jepara, Jawa Tengah.

Namun satu hal yang pasti, semua itu bisa dilakukan dan dibuktikan oleh Muhammadiyah. Sebab apa? Kata Tafsir karena tingginya semangat ta’awun dan kolaborasi semua elemen, menjadi kunci utama dibalik raihan tersebut berbuah niscaya.

“Dan yang bisa seperti itu untuk ormas (organisasi kemasyarakatan) hanya Muhammadiyah. Lainnya belum bisa,” tegas Tafsir.

Sampai-sampai, banyak ormas lain yang terinspirasi dengan Muhammadiyah. Yakni kemampuan mensistematisasi dengan begitu apiknya dan terstruktur, sampai kemudian bisa melakukan itu semua di akar rumput.

“Banyak ormas ketemu saya ingin ngaji bagaimana mengelola ormas dan aum dalam satu badan hukum yang tersentral. Untuk ormas Islam belum ada yang bisa, kecuali Muhammadiyah,” tegas Tafsir sekali lagi.

Diakui Tafsir, mengelola Persyarikatan dan amal usaha sungguh merupakan pekerjaan yang amat berat. Namun, pelan tapi pasti, Muhammadiyah bergerak serempak dari bawah sampai pusat, sehingga dapat melahirkan banyak amal usaha yang bisa dirasakan kemaslahatannya oleh masyarakat luas.

“Tetapi sesuatu yang berat yang dijalani, itulah keluar-biasaan yang hanya dimiliki oleh Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Yang lain ingin niru. Karena tidak ada yang mampu bagaimana belajar mengorganisir satu ormas tidak sekadar struktur organisasinya, tapi mengelola aumnya sedemikian besar,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini tidak lagi....

Suara Muhammadiyah

24 July 2026

Berita

SEMARANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakuka....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

MONOKWARI, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Papua Barat (UMPB) terus menunjukkan perkem....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bayam yang selama ini hanya dikenal sebagai sayuran hijau segar kini....

Suara Muhammadiyah

13 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah  – PT Syarikat Cahaya Media/ Suara Muhammadiyah resmi melu....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah