Musibah Bukan Kutukan, Tapi Tanda Kekuasaan Allah

Suara Muhammadiyah

26 June 2025

1075
Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

Prof Dr H Abdul Mu'ti, MEd. Foto: Cris

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti hadir dan membuka Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah ke-3, Kamis (26/6) di Wonder Park Lawu Resort Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Mu'ti menyampaikan selamat dan sukses kepada Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang telah sukses melaksanakan Jambore tersebut. Termasuk mengapresiasi dedikasi MDMC dan semua pihak terkait kegiatan kemanusiaan baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Kami tentu merasa bangga dengan kehadiran MDMC. Sehingga kalau kita membuat tagline gerakan, 'Di mana ada bencana, di situ ada MDMC'", katanya.

MDMC, ungkap Mu'ti, menjadi pertama yang hadir dan memberikan bantuan ketika terjadi bencana alam. "Ini menunjukkan bagaimana pelayanan sosial telah menjadi DNA (Deoxyribonucleic Acid) Muhammadiyah. Pelayanan sosial itu menjadi jiwanya warga Muhammadiyah," sebutnya.

Mu'ti membeberkan, sangat merasakan betul kiprah MDMC di akar rumput.  Kiprahnya begitu rupa, sehingga karena itu maka, publik sangat menaruh harapan besar dengan MDMC sebagai benteng penanganan bencana alam.

"MDMC serta mitra-mitranya telah memberikan jawaban setiap kali terjadi permasalahan bencana di Indonesia," ujarnya.

Muhammadiyah dalam merespons bencana alam, telah mengeluarkan pedoman berupa Fikih Kebencanaan. Melalui pedoman ini, Muhammadiyah melalui MDMC memberikan tuntunan untuk menghindari perilaku yang dapat merusak lingkungan dan mendatangkan bencana dan merefleksikan dibalik layar musibah tersebut.

"Dengan Fikih Kebencanaan itu, Muhammadiyah tidak pernah menyalahkan musibah yang terjadi. Tidak pernah menganggap musibah sebagai kutukan atau laknat, tapi melihatnya sebagai bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang kita harus menyikapinya dengan iman dan sikap yang positif," tegasnya.

Menggarisbawahi kata musibah, harus dimaknai sebagai rahmat Allah kepada hamba-Nya. Karena dengan musibah itu, menjadi cara Allah membentangkan pintu surga bagi hamba-hamba-Nya yang mengulurkan tangan dan membantu sesama.

"Ayat tentang musibah setelah Innalilahi wa Innailaihi Raji'un dan sebelumnya, dimulai dengan penyebutan musibah itu disifati dengan kabar gembira. Karena itu, Muhammadiyah melihat berbagai bencana dengan sikap yang senantiasa positif, bahwa itu cara Allah membentangkan pintu surga bagi hamba-hamba-Nya," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY menerima kunjungan pa....

Suara Muhammadiyah

15 July 2026

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Syah Kuala Banda Aceh  Dr. ....

Suara Muhammadiyah

5 November 2023

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prodi Ilmu Komunikasi Fisip Unismuh Makassar menggelar loka....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah yang lahir sejak tahun 1912 sampai sekarang dikenal lu....

Suara Muhammadiyah

8 March 2025

Berita

SD Muhammadiyah Pendowoharjo Ngangsu Kawruh ke SD Muhammadiyah Bantul Kota BANTUL, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

2 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah