Negara Akan Maju Bila Perempuannya Berdaya

Suara Muhammadiyah

21 April 2026

431
Ilustrasi

Ilustrasi

Negara Akan Maju Bila Perempuannya Berdaya 

Oleh: Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan

Hari ini kita memperingati hari lahir R.A. Kartini, pahlawan nasional yang sangat besar jasanya, terutama dalam menyadarkan kaum perempuan akan hak dan kewajibannya, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat dan bangsa. Kartini melihat bahwa perempuan di negeri ini belum memperoleh hak-haknya secara memadai, khususnya dalam bidang pendidikan. Padahal, melalui pendidikanlah wawasan perempuan akan terbuka, sehingga mereka mampu memperjuangkan dan memperoleh hak-haknya secara semestinya.

Meski Indonesia telah merdeka, kita masih menyaksikan bahwa perempuan tetap rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik fisik, psikis, maupun seksual. Di ranah digital, kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan juga semakin marak. Bahkan, tidak jarang kita temukan perilaku yang merendahkan harkat dan martabat perempuan, termasuk yang dilakukan oleh perempuan sendiri melalui praktik pornoaksi dan pornografi yang merusak akhlak dan moral bangsa, terutama generasi muda.

Dalam dunia kerja, diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi, baik dalam hal kesempatan kerja, jenjang karier, maupun upah. Selain itu, masih banyak ibu yang belum mendapatkan hak cuti melahirkan secara layak demi kepentingan terbaik bagi anaknya. Persoalan lain yang tak kalah memprihatinkan adalah beban ganda: di satu sisi perempuan bekerja mencari nafkah, namun di sisi lain tetap memikul tanggung jawab penuh atas pekerjaan domestik rumah tangga.

Dalam ranah publik dan politik, partisipasi perempuan sering terhambat oleh urusan keluarga maupun budaya yang belum sepenuhnya mendukung. Akibatnya, banyak perempuan belum dapat tampil dan berperan secara optimal di ruang publik.

Oleh karena itu, peringatan Hari Kartini seharusnya menjadi momentum untuk terus mengangkat harkat dan martabat perempuan. Kita meyakini bahwa ketika perempuan memperoleh hak-haknya dan menjalankan kewajibannya dengan baik, maka bangsa ini akan menjadi kuat dan maju. Sebagaimana ungkapan bijak: al-mar’ah ‘imadul bilad—perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, maka baiklah negara tersebut; jika rusak, maka rusaklah negara itu.

Untuk itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk memperhatikan hak-hak perempuan, terutama dalam hal pendidikan, akhlak, dan peran mereka di berbagai dimensi kehidupan. Dengan demikian, kita optimistis masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai ini akan tumbuh menjadi bangsa yang maju dan berkemajuan.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Sekolah Peradaban: Darul Arqam dan Lahirnya Pemimpin yang Tidak Pernah Berhenti Belajar  ....

Suara Muhammadiyah

13 July 2026

Wawasan

Praktik Baik Universitas Muhammadiyah Kupang Bina Desa Berkemajuan Oleh: Uslan, Ph.D, Ketua Prodi S....

Suara Muhammadiyah

10 December 2023

Wawasan

Empat Pilar Keilmuan di Balik KHGT Oleh : Rusydi Umar, Dosen S2 Informatika, UAD, Anggota MPI PPM (....

Suara Muhammadiyah

18 July 2026

Wawasan

Fenomena Sosial Politik Saat Ini dan Filosofi “Menjabat” Belajar dari China Oleh: Sobir....

Suara Muhammadiyah

29 August 2025

Wawasan

Ber-'Aisyiyah Sepanjang Usia Dr Amalia Irfani, Dosen IAIN Pontianak, LPPA PWA Kalbar  Berkese....

Suara Muhammadiyah

20 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah