Negara Akan Maju Bila Perempuannya Berdaya

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
271
Ilustrasi

Ilustrasi

Negara Akan Maju Bila Perempuannya Berdaya 

Oleh: Buya Anwar Abbas, Pengamat Sosial, Ekonomi, dan Keagamaan

Hari ini kita memperingati hari lahir R.A. Kartini, pahlawan nasional yang sangat besar jasanya, terutama dalam menyadarkan kaum perempuan akan hak dan kewajibannya, baik sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat dan bangsa. Kartini melihat bahwa perempuan di negeri ini belum memperoleh hak-haknya secara memadai, khususnya dalam bidang pendidikan. Padahal, melalui pendidikanlah wawasan perempuan akan terbuka, sehingga mereka mampu memperjuangkan dan memperoleh hak-haknya secara semestinya.

Meski Indonesia telah merdeka, kita masih menyaksikan bahwa perempuan tetap rentan mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik fisik, psikis, maupun seksual. Di ranah digital, kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan juga semakin marak. Bahkan, tidak jarang kita temukan perilaku yang merendahkan harkat dan martabat perempuan, termasuk yang dilakukan oleh perempuan sendiri melalui praktik pornoaksi dan pornografi yang merusak akhlak dan moral bangsa, terutama generasi muda.

Dalam dunia kerja, diskriminasi terhadap perempuan masih terjadi, baik dalam hal kesempatan kerja, jenjang karier, maupun upah. Selain itu, masih banyak ibu yang belum mendapatkan hak cuti melahirkan secara layak demi kepentingan terbaik bagi anaknya. Persoalan lain yang tak kalah memprihatinkan adalah beban ganda: di satu sisi perempuan bekerja mencari nafkah, namun di sisi lain tetap memikul tanggung jawab penuh atas pekerjaan domestik rumah tangga.

Dalam ranah publik dan politik, partisipasi perempuan sering terhambat oleh urusan keluarga maupun budaya yang belum sepenuhnya mendukung. Akibatnya, banyak perempuan belum dapat tampil dan berperan secara optimal di ruang publik.

Oleh karena itu, peringatan Hari Kartini seharusnya menjadi momentum untuk terus mengangkat harkat dan martabat perempuan. Kita meyakini bahwa ketika perempuan memperoleh hak-haknya dan menjalankan kewajibannya dengan baik, maka bangsa ini akan menjadi kuat dan maju. Sebagaimana ungkapan bijak: al-mar’ah ‘imadul bilad—perempuan adalah tiang negara. Jika perempuannya baik, maka baiklah negara tersebut; jika rusak, maka rusaklah negara itu.

Untuk itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk memperhatikan hak-hak perempuan, terutama dalam hal pendidikan, akhlak, dan peran mereka di berbagai dimensi kehidupan. Dengan demikian, kita optimistis masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai ini akan tumbuh menjadi bangsa yang maju dan berkemajuan.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: Fathurrahman Kamal, Musyrif Diniy PPIH Kementerian Haji dan Umrah RI / Ketua Majelis Tabligh P....

Suara Muhammadiyah

25 May 2026

Wawasan

Oleh: Mahli Zainuddin Tago Ballroom Dormitory UMY, Senin 30 Desember 2024. Ratusan hadirin memenuhi....

Suara Muhammadiyah

17 January 2025

Wawasan

Melampaui Cermin: Monia Mazigh dan Perempuan Muslim di Kanada Oleh : Donny Syofyan, Dosen Faku....

Suara Muhammadiyah

19 February 2025

Wawasan

Kampung Ramadhan Santri Bersama Masyarakat Oleh: M. Saifudin, Pengasuh Pesantren Modern Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

9 March 2026

Wawasan

Refleksi Peringatan Sumpah Pemuda 2025 Oleh: Mohammad Fakhrudin Bulan Oktober bagi bangsa Indonesi....

Suara Muhammadiyah

30 October 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah