YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Jelang akhir bulan Ramadhan 1447 H, Lazismu Umbulharjo menyalurkan santunan bantuan untuk guru karyawan dan mustahik binaan Lazismu Umbulharjo, Sabtu (14/3) di Masjid Sebelas Maret Glagah, Glagahsari, Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta.
Kepala Kantor Lazismu Umbulharjo Mochamad Wiliyas Ramdan menuturkan, bantuan ini mengakomodir sebanyak 49 guru karyawan. Mereka berasal dari TKA ABA se-Umbulharjo, SD Muhammadiyah Miliran, SD Muhammadiyah Nitikan, dan SD Muhammadiyah Warungboto.
“Semoga dari yang diberikan nanti bisa mendapatkan manfaat yang lebih, dan semoga jika ke depan nanti donatur insyaallah lebih banyak ya semoga bisa lebih ditambahkan lagi,” tuturnya.
Santunan ini menjadi pantulan dari program SOS (Save our School), di mana berfokus pada renovasi, peningkatan fasilitas, dan kualitas pendidikan berkelanjutan. Di samping itu, ada pembagian sembako untuk para mustahik sebanyak 35 masyarakat setempat.
“Semoga bantuan yang diberikan hari ini dapat sedikit meringankan kebutuhan dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ucap Wilyas.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Umbulharjo Safroni menyebut, Kemantrean Umbulharjo memiliki potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang sangat besar. Luas wilayah Umbulharjo, yang bahkan melampaui gabungan beberapa kelurahan di kemantrian lain, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kepengurusan baru.
"Potensi yang ada di Umbulharjo ini sangat baik. Kami berharap Mas Bilyas dan kawan-kawan bisa menggali sebanyak-banyaknya peran para agniya (orang kaya) di wilayah ini," ujar Safroni.
Safroni mengingatkan, Lazismu Umbulharjo mesti memusatkan pangkalan data (database) secara tersistem. Juga, target ke depan tidak hanya sekadar menghimpun dana, tetapi juga meningkatkan nilai manfaat bagi penerima.
Dalam kesempatan itu, juga dikemas dengan pengajian akbar. Pengajian ini disampaikan oleh Adib Sofia, Wakil Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Ia menyebut, rangkaian acara ini sebagai ruang mempertautkan silaturahmi.
“Ini menjadi ajaran agama kita. Dan ini wajib hukumnya, untuk kita menjalin silaturahmi,” ujarnya.
Di samping itu, juga arena Tholabul ilmi. Adib menyebut, Tholabul ilmi menjadi prinsip fundamental dari agama Islam, yang tidak boleh ditinggalkan oleh siapa pun.
“Sebagai muslim, ilmu yang bertebaran perlu dijemput sebagai jawaban kita sebagai muslim,” terangnya.
Dan, memakmurkan masjid. Bagi Dosen Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta itu, memakmurkan masjid bisa dilakukan dengan ragam cara. “Salah satunya dengan santunan hari ini,” ucapnya.
Beliau juga menekankan bahwa bantuan ini bukan sekadar santunan konsumtif, melainkan simbol kepedulian sosial yang diharapkan mampu meringankan beban hidup sekaligus memotivasi para penerima untuk tetap istiqomah dalam beribadah di sisa hari Ramadan ini.
"Kita ingin masjid tidak hanya menjadi tempat rukuk dan sujud, tapi juga menjadi pusat solusi bagi persoalan ekonomi jemaahnya," pungkasnya. (Cris)
