Pandu Teladan SD Muhammadiyah Condongcatur Pulang dari ISC, Bawa Semangat Berani Mendunia

Suara Muhammadiyah

13 August 2026

77
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Suasana haru dan bangga menyelimuti halaman SD Muhammadiyah Condongcatur, Senin (10/8). Sekolah tersebut menggelar apel penyambutan bagi peserta International Scout Camp (ISC) dan Edu Trip Thailand, Malaysia, dan Singapura 2026.

Sekitar 1.000 siswa SD Muhammadiyah Condongcatur turut menyaksikan kepulangan para Pandu Teladan yang telah mengikuti perjalanan internasional selama sepuluh hari. Kegiatan tersebut diikuti Qabilah Ahmad Dahlan dan Siti Walidah pada 18–27 Juli 2026.

Apel penyambutan dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY Dr. H. Yayan Suryana, M.Ag. selaku inspektur upacara. Hadir pula Kepala SD Muhammadiyah Condongcatur Estri Rukmiyanti, M.Pd., Ketua Kwartir Wilayah Hizbul Wathan DIY Dede Dian, M.Pd., para pelatih Dr. Margono Wisanto, M.Si. dan Selamet Untung, M.Pd., serta pendamping Esty Pujilestari, M.Pd.

Orang tua dan keluarga peserta juga turut hadir menyambut kepulangan mereka. Salah satu momen yang dinantikan ialah penyematan Brevet International Scout Camp kepada para peserta. Penyematan tersebut menjadi simbol perjalanan, perjuangan, kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab yang telah mereka jalani selama mengikuti kegiatan internasional.

Dalam amanatnya, Yayan Suryana mengingatkan bahwa menjadi delegasi dalam kegiatan internasional bukan sekadar kesempatan mengunjungi negara lain. Para peserta, katanya, dituntut mampu menerima, memahami, sekaligus menghargai perbedaan.

Pengalaman bertemu dengan peserta dari berbagai negara harus menjadi ruang pembelajaran untuk memperluas wawasan, membangun toleransi, dan memahami keberagaman sebagai bagian dari kehidupan global.

“Menjadi delegasi berarti membawa nama pribadi, sekolah, Hizbul Wathan, Muhammadiyah, bahkan Indonesia,” demikian pesan yang ditekankan Yayan.

Karena itu, karakter, kesopanan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan menghargai orang lain menjadi bagian penting yang harus ditunjukkan para Pandu Teladan selama berada di luar negeri.

Yayan juga menitipkan tiga pesan kepada para peserta, yakni inspirasi, motivasi, dan integrasi. Pengalaman selama perjalanan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi teman, keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Dari sisi motivasi, pengalaman internasional harus mendorong peserta untuk terus belajar, berprestasi, meningkatkan kemampuan, dan berani memiliki cita-cita yang lebih tinggi. Sementara integrasi berarti pengalaman yang diperoleh selama perjalanan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pelajar, anggota Hizbul Wathan, kader Muhammadiyah, dan generasi Indonesia.

Perjalanan ISC diawali dengan pelepasan kontingen dari Bandara Internasional Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026). Sehari kemudian, rombongan tiba di Thailand. Pada 20 Juli 2026, ISC resmi dibuka di Sport Center Pondok Bangloom Sangkhom Islam Wittaya School, Sadao, Songkhla.

Pembukaan dilakukan oleh Gubernur Organisasi Administratif Songkhla, Tuan Supis Pitaktham.

Selama kegiatan, kontingen Hizbul Wathan DIY berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara. Mereka mengikuti beragam kegiatan kepanduan sekaligus memperkenalkan budaya dan karakter Indonesia.

Peserta juga mengikuti outbound di Camp Militer Thaen Muk Champ serta mengunjungi sejumlah destinasi, di antaranya Samila Beach dan Central Mosque.

Pada penutupan ISC, 23 Juli 2026, kontingen Hizbul Wathan Indonesia dari DIY turut menampilkan Aksa Semaphore Dance. Penampilan tersebut mendapat sambutan meriah dari para peserta yang memenuhi Sport Centre.

Rangkaian perjalanan kemudian dilanjutkan dengan Edu Trip ke Thailand, Malaysia, dan Singapura. Di Malaysia, peserta mengunjungi Menara Petronas, Batu Caves, Pasar Seni, Lapangan Merdeka, dan Perpustakaan Negara. Mereka juga mengenal berbagai moda transportasi.

Sementara di Singapura, rombongan mengunjungi Merlion, Bugis Street, kawasan Istana Melayu, serta sejumlah lokasi lainnya.

Kepulangan para peserta menjadi momentum refleksi bahwa perjalanan tersebut bukan sekadar wisata. Lebih dari itu, ISC dan Edu Trip menjadi proses pendidikan yang memperkaya wawasan, pengalaman, persahabatan, sekaligus membentuk karakter.

Semangat tersebut dirangkum dalam pesan, “Berani berpikir global, tetapi tetap bersikap lokal.” Para Pandu Teladan diharapkan mampu mengenal dunia dan menerima kemajuan tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi Indonesia. Mereka juga diharapkan tetap membawa nilai-nilai Hizbul Wathan dan Muhammadiyah dalam setiap langkahnya.

Apel penyambutan itu pun menjadi lebih dari sekadar seremoni. Di hadapan sekitar 1.000 siswa, para Pandu Teladan menunjukkan bahwa pengalaman internasional dapat menjadi bekal untuk membangun keberanian, kepemimpinan, kedisiplinan, dan wawasan global.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan Milad ke-74 SMA Muhi dilaksanakan acara sarasehan d....

Suara Muhammadiyah

6 September 2023

Berita

BERAU, Suara Muhammadiyah - BERAU, Suara Muhammadiyah - Muhammad Bayu, Rektor Universitas Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

7 March 2024

Berita

Himpunan Mahasiswa Sejarah (HIMAS) bersama Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Il....

Suara Muhammadiyah

23 May 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PW....

Suara Muhammadiyah

7 July 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Herry Suhardiyanto ....

Suara Muhammadiyah

23 May 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah