Payungi Jadi Contoh Gerakan Komunitas dalam Kajian Kepahlawanan Era Kini

Publish

15 November 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
364
Dharma Setyawan

Dharma Setyawan

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kajian bertema “Mewujudkan Kepahlawanan dalam Era Kekinian” yang digelar pada Jumat, 14 November 2025 di Auditorium KH. Ahmad Dahlan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jakarta, menghadirkan gagasan penting tentang peran masyarakat dalam membangun kepahlawanan modern. 

Salah satu pemateri, Dharma Setyawan, Perintis Pasar Kreatif Payungi Metro, menyampaikan pengalaman transformasi sosial yang ia bangun dari tingkat kampung. Ia menilai demokrasi yang semakin pragmatis mengharuskan masyarakat menciptakan ruang-ruang alternatif untuk perubahan.

“Kalau kita tidak menyibukkan diri dengan kebaikan, maka yang buruk yang menguasai,” ujarnya.

Dharma kemudian memulai gerakan melalui penguatan ekonomi komunitas dengan mendirikan Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi) pada 28 Oktober 2018. Pasar kreatif ini dibangun dari modal kepercayaan warga, bahkan memanfaatkan dana kas musholla sebagai suntikan awal. Langkah sederhana tersebut menjadi pemicu tumbuhnya gerakan bersama, hingga Payungi berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi, seni, dan pemberdayaan.

Tidak berhenti pada kegiatan pasar, Dharma mendorong apa yang ia sebut sebagai pendidikan transformatif berbasis komunitas melalui Payungi University - sebuah ruang belajar nonformal yang bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat lintas generasi. Program ini menekankan proses belajar yang hidup dari pengalaman warga, bukan berorientasi ijazah.

Lebih jauh, kesejahteraan yang dituju Payungi tidak hanya bersifat material, tetapi juga mental dan spiritual. Melalui kegiatan rutin seperti Pesantren Wirausaha, warga dibina untuk tumbuh berani, mandiri, dan memiliki kesadaran keagamaan yang mendorong aksi sosial. Dharma menilai kombinasi spirit perubahan dan kekuatan ritual inilah yang menjadi fondasi penting membangun komunitas yang tangguh.

“Jika spirit dan ritual bertemu, maka komunitas akan mampu menggerakkan perubahan besar,” tegasnya.

Kisah Payungi yang bermula dari kampung kecil di Metro, kini menjadi contoh bagaimana gerakan ekonomi, pendidikan, dan spiritualitas sosial dapat melahirkan nilai kepahlawanan baru.

(Vivi)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Jadi Tuan Rumah Rakorwil MPKSDI, Dikdasmen-PNF, dan LPPM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat B....

Suara Muhammadiyah

22 June 2024

Berita

GOWA, Suara Muhammadiyah — Aksi sosial yang digelar oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

8 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam momen bulan Syawal, keluarga besar PT Syarikat Cahaya M....

Suara Muhammadiyah

15 April 2025

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Tanaman obat tradisional (TOGA) merupakan tumbuhan yang tumbuh di....

Suara Muhammadiyah

15 January 2026

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Komunitas Senam Sabtu Sehat Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makass....

Suara Muhammadiyah

22 March 2024