TANGSEL, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Ciputat resmi mengukuhkan 60 kader baru Angkatan 2025 pada Senin (15/6/2026) malam. Bertempat di Aula Fastabiqul Khairat, acara yang mengusung tema “Menyalakan Obor Perjuangan, Mengukuhkan Langkah Pengabdian” ini menjadi sinyal kuat kembalinya gerakan kritis mahasiswa yang berbasis pada intelektualitas.
Berbeda dengan mayoritas basis Muhammadiyah yang berakar di Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), 60 kader yang dikukuhkan ini merupakan representasi aktivis dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Ciputat (non-PTM). Hal ini menegaskan dominasi dan pola ekspansi dakwah kultural IMM yang makin solid di kampus-kampus umum.
Ketua Umum PC IMM Ciputat, Izzatur Rahman, dalam pidatonya memberikan tamparan keras terhadap fenomena "ikut-ikutan" dalam gerakan mahasiswa zaman sekarang. Ia mendesak para kader untuk kembali ke akar literasi dan tidak sekadar lantang di jalanan tanpa isi.
"Jangan apatis sama keadaan bangsa. Kalau tidak bisa berbuat, minimal kita faham dan tetap ikut mengkritik segala kebijakan yang bertentangan," cetus Izzatur.
Namun, ia juga memberikan catatan kritis untuk internal mahasiswa. "Begitupun, jangan sampai kita menyalahkan atau mengkritik namun tidak didukung oleh data atau sama sekali kita cuma ikut-ikutan. Perbanyak memahami Quran, Hadits, Sirah Nabawiyah, serta Ideologi Muhammadiyah dan IMM sebagai kompasnya."
Sebagai bentuk penguatan internal organisasi, momentum ini juga digunakan untuk memberikan penghargaan bagi Pimpinan Komisariat (PK) di tingkat fakultas/kampus se-Ciputat yang menunjukkan performa kaderisasi paling progresif sepanjang periode:
PK IMM Ushuluddin (Bidang Kaderisasi Paling Aktif)
PK IMM Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (Bidang Kaderisasi dengan Pengembangan Kaderisasi Terbaik)
PK IMM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Bidang Kaderisasi dengan Kontribusi Kaderisasi Terbaik)
Ketua Bidang Kaderisasi PC IMM Ciputat, Fathny Rezany Zeyin, menyebutkan bahwa ketahanan ideologi kader di kampus negeri terbukti sangat militan. Kehadiran penuh para kader dari fase awal hingga pengukuhan menjadi bukti bahwa mesin organisasi berjalan optimal.
"Perkaderan di IMM Ciputat tetap hidup dan semakin maju di periode ini. Hal ini dapat dilihat dari komitmen kader yang senantiasa selalu hadir sejak Masta, DAD, hingga sekarang Pengukuhan. Semua ini karena hasil pembinaan dan kaderisasi bidang kaderisasi komisariat se-Ciputat," jelas Fathny.

