PDM Jakarta Timur Teguhkan Kembali Gerakan Tajdid Muhammadiyah

Publish

14 December 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
287
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Timur menyelenggarakan kegiatan Hari Bermuhammadiyah pada Ahad, 14 Desember 2025, bertempat di Masjid Darul Ulum Kampus FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA). Kegiatan ini mengusung tema “Meneguhkan Kembali Gerakan Tajdid Muhammadiyah” dan diikuti oleh pimpinan persyarikatan, warga Muhammadiyah, serta simpatisan dari berbagai cabang dan ranting se-Jakarta Timur.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ciracas, Drs. H. Kusmajid, M.Pd, yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PDM Jakarta Timur menjadikan wilayah Ciracas sebagai tuan rumah kegiatan Hari Bermuhammadiyah. Ia menegaskan pentingnya pengajian persyarikatan sebagai sarana konsolidasi ideologi dan penguatan gerakan Muhammadiyah di tingkat akar rumput.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua PDM Jakarta Timur, Prof. Dr. Mohammad Nur Rianto Al Arif, M.Si. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Gerakan Tajdid merupakan ruh dan jiwa Muhammadiyah yang harus senantiasa dihidupkan dalam setiap periode kepemimpinan.

“Gerakan tajdid bermakna bahwa kepemimpinan di Muhammadiyah, baik di tingkat ranting, cabang, daerah, maupun wilayah, harus selalu mencari kebaruan di tiap periodenya. Tajdid adalah jiwa di Muhammadiyah untuk mewujudkan gerakan Islam berkemajuan,” tegas Prof. Arif.

Menurutnya, tajdid tidak boleh dipahami secara sempit sebagai perubahan simbolik, melainkan sebagai upaya berkelanjutan untuk menghadirkan dakwah Muhammadiyah yang relevan dengan tantangan zaman, responsif terhadap persoalan umat, dan tetap berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.

Sementara itu, Ketua PWM DKI Jakarta, Dr. Akhmad H. Abu Bakar, dalam sambutannya mengajak seluruh warga Muhammadiyah di Jakarta Timur untuk terus memperkuat komitmen ideologis dan organisatoris. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah dan tajdid harus mampu menjadi teladan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, dan berbangsa.

Puncak acara diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Dr. Hadiyan, MA, selaku Ketua Majelis Tabligh PWM DKI Jakarta sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Dalam paparannya, Dr. Hadiyan menegaskan bahwa tajdid Muhammadiyah mencakup dua dimensi utama, yakni pemurnian ajaran Islam dan pengembangan pemikiran serta gerakan sosial yang berkemajuan.

Ia menekankan bahwa tajdid harus terwujud dalam dakwah yang mencerahkan, pendidikan yang mencerdaskan, serta amal usaha yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat dan kemajuan bangsa.

Kegiatan Hari Bermuhammadiyah ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme. Selain menjadi ajang silaturahmi antarwarga Persyarikatan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga dan mengaktualisasikan spirit tajdid Muhammadiyah di tengah dinamika zaman yang terus berubah.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - ‘Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang bernaung di bawah....

Suara Muhammadiyah

25 October 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Kelahiran Pancasila menjadi awal terbentuknya sebuah tatanan negara....

Suara Muhammadiyah

2 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah  - AHA Centre (ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assist....

Suara Muhammadiyah

17 August 2024

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melaksanakan audiensi dengan ....

Suara Muhammadiyah

12 January 2026

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pembinaan Kepala Sekolah atau Madrasah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap ....

Suara Muhammadiyah

21 November 2025