Pelajaran dan Inspirasi Raker SM di Pulau Seribu

Suara Muhammadiyah

12 January 2025

1366
Raker SM

Raker SM

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pulau Payung, Kepulauan Seribu, menjadi tempat pelaksanaan Rapat Kerja Suara Muhammadiyah, Sabtu (11/1). Raker ini merupakan bentuk proyeksi SM dalam mencandra program strategis yang akan diejawantahkan dalam setahun ke depan.

Rapat kerja ini menempuh perjalanan darat. Jarak tempuhnya sekitar 474 kilometer. Lokasinya menyeberangi lautan yang memakan tempo kurang lebih 1,5 jam.

Selama perjalanan, menggunakan speed boat (kapal motor dengan kecepatan tinggi). Tubuh kapal motor itu bergetar terempas deburan ombak. Suasana mendebarkan tersemburat dari paras para karyawan.

"Ahhhhhhh," pekik seorang karyawan perempuan dengan keras.

Kapal motor itu terus melaju. Tibalah jua di lokasi. Tempatnya sangat molek. Terbentang pasir putih, airnya pun tak pelak lagi sangat jernih. 

"Bagus sekali tempatnya," celetuk seorang karyawan.

Kelakar karyawan terpancar setibanya di lokasi. Cerita jenaka, lucu, dan sarat gelitik tawa tak terperi dilontarkan oleh satu karyawan dengan yang lainnya. Macam-macam ceritanya, mengasyikkan sekali.

Direktur Utama PT Syarikat Cahaya Media/Suara Muhammadiyah Deni Asy'ari tak pelak sangat menikmati Raker ini. Ia menyebut, pemilihan tempat Raker ini bukan serampangan, namun ada simbol dibaliknya.

Menurutnya, pulau tersebut sangat kecil di antara ribuan hamparan pulau-pulau di yang ada di lautan lepas.

"Pulau ini mungkin sudah puluhan bahkan ratusan tahun. Dia masih berdiri kokoh di tengah laut lepas. Dia begitu kuat dari empasan ombak dan angin," ujarnya.

Bagi Deni, meskipun pulaunya kecil, jauh dari pusat kota, namun mengandung banyak pelajaran dan inspirasi yang sangat penting. Terutama bagi SM, kini dan masa depan.

"Walaupun SM kita ini tidak terlalu besar alias kecil, Insyaallah kecilnya kecil cabe rawit. Kecilnya seperti Pulau Payung yang siap bertahan di tengah empasan gelombang badai angin dan sebagainya," ungkapnya.

Deni merespons perjalanan ke pulau itu. "Tidak mudah. Selesai jalan darat, bersambung jalan menyebrangi laut. Gelombangnya lumayan besar," bebernya.

Meskipun demikian, perjuangan begitu rupa menuju ke tempat itu tidak berakhir sia-sia. Setibanya, disuguhkan dengan panorama keindahan alam yang luar biasa.

"Artinya untuk mencapai puncak keindahan, kenikmatan, tidaklah ujug-ujug. Semuanya dilalui proses yang panjang dan melelahkan. Dengan perjalanan begitu melelahkan, semoga ini menjadi kesadaran baru kita untuk bisa mencapai puncak kenikmatan," tegasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pekajangan Barat IV Cabang Peka....

Suara Muhammadiyah

27 November 2023

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah – Selasa, 8 Juli 2025, Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) kembali....

Suara Muhammadiyah

10 July 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah — Di bawah langit malam yang tenang, di halaman utama Universita....

Suara Muhammadiyah

11 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai upaya "ngangsu kaweruh" dan peningkatan kualitas pembinaan ....

Suara Muhammadiyah

9 August 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Sharia Economic Week (SEW) XII yang diselenggarakan oleh Himp....

Suara Muhammadiyah

19 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah