Pemberdayaan Ekonomi dengan Filantropi, Waqaf dan Servant Leadership

Publish

10 October 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1862
sumber gambar: pixabay.com

sumber gambar: pixabay.com

Drh. H. Baskoro Tri Caroko, LPCRPM PP Muhammadiyah. bidang Pemberdayaan Ekonomi Seni dan Budaya

Membuat grand design pemberdayaan ekonomi bukan urusan mudah. Harus diawali mindset yang benar, bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga dan kelompok sendiri atau pencitraan cari suara. Pemberdayaan ekonomi adalah upaya agar objek memiliki kekuatan ekonomi. Siapa obyeknya, dan bagaimana caranya, harus detail, untuk dikaji efektifitasnya, visibilitasnya dan keamanan investasinya. Pemberdayaan ekonomi adalah bisnis, bukan penelitian, kegiatan sosial, atau bagi bagi proyek. Aspek produktifitas, efisiensi biaya dan manajemen risiko wajib diperhatikan, sehingga harus ada ahlinya.

Obyek pemberdayaan yang seharusnya diperhatikan adalah anak yatim, kaum lemah yang tertindas, terbelakang, terlantar dan di bawah garis kemiskinan termasuk ekonomi akar rumput sebagai pelaku usaha kecil dan mikro yang beroperasi di tingkat lokal dan langsung berhubungan dengan masyarakat. Pemberdayaan ekonomi bertujuan memperkuat sistem usaha agar obyek lebih berdaya saing melalui penguatan struktur dan distribusi, dengan cara memberikan akses sumberdaya yang berkualitas, sistem bisnis kondusif serta akses pasar yang potensial, aman dan menguntungkan.

Struktur dan distribusi sangat penting, berdasarkan pengalaman tahun 98 di Yogyakarta, ketika asyik memberdayakan warga kampung yang bekerja sebagai sopir angkot, calo terminal dan pedagang kecil. Setelah kulakan barang, kami membuat jaringan pemasaran, mulai berdagang. Omzet tumbuh pesat, semua bahagia. Tapi kebahagiaan kami hanya sebentar saja, karena ada pemodal lebih kuat mendapat (barang & harga) istimewa, melakukan dumping jauh dibawah harga pasar, akhirnya kami bangkrut. Untuk kepentingan pemberdayaan ekonomi, subyek harus paham dan menguasai produksi.

Dengan memiliki kemampuan produksi sendiri, subyek tidak lagi tergantung pihak luar, lebih mandiri dan berdaulat penuh menyiapkan suplai produk dengan kualitas & harga terbaik agar obyek memiliki daya saing. Sistem harus berpihak pada kepentingan obyek, meliputi batas area jual, kondisi penjualan dan standarisasi layanan pelanggan. Subyek harus menyiapkan program pendukungnya seperti sertifikasi, seminar dan bazar sebagai promosi produk, serta pemanfaatan teknologi informasi terkini untuk memperluas jangkauan pasar. Atas izin Allah SWT, obyek menjadi semakin berdaya.

Pemberdayaan ekonomi sebagai pilar keempat gerakan dakwah Muhammadiyah harus menggunakan tata kelola terbaik sebagai filantropi dan untuk pemberdayaan waqaf. Konsep filantropi memposisikan Muhammadiyah menjadi motor penggerak, sebagai pasar terbaik akar rumput di sektor hulu sekaligus menyediakan produk terbaik bagi akar rumput sektor hilir di cabang ranting. Waqaf adalah mesin ekonomi terbaik, penting sebagai pengendali sistem agar sesuai kaidah bisnis yang professional, visible, sustainable dan provitable. Berasal dari kebaikan, caranya baik dan hasilnya untuk kebaikan.

Pemberdayaan ekonomi adalah bisnis. Supaya menguntungkan harus diawali menyamakan persepsi semua pimpinan, mindset change dengan Servant Leadership kepemimpinan yang melayani, peduli, berani dan baik hati, menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf dan mencegah dari perbuatan mungkar. Agar tidak merugi harus yakin dan patuh terhadap semua ketentuan Allah SWT, berkomitmen menggunakan cara yang baik saja, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Sehingga atas berkat rahmat Allah SWT terwujud Indonesia yang berkemajuan dan terbebas dari krisis.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Menyayat Hati: Ketika Lembaga Agama dan Pendidikan Tak Lagi Aman Oleh: Farid Bambang Siswantoro Ki....

Suara Muhammadiyah

12 June 2026

Wawasan

Oleh: Ahmad Azharuddin  Dalam kehidupan, setiap individu pasti pernah menghadapi momen-momen k....

Suara Muhammadiyah

8 July 2024

Wawasan

Stunting Ideologi Kader Muhammadiyah: Refleksi Tantangan di Era Digital  Oleh: dr. Rifan Eka P....

Suara Muhammadiyah

22 September 2024

Wawasan

Menjadi Perempuan Berdaya dan Pembelajar Sepanjang Hayat Menjaga Kekokohan Peri Kehidupan Bangsa M....

Suara Muhammadiyah

22 December 2023

Wawasan

Kuda Pacu Ramadhan dan Pailit Sapto Suhendro, S.Ag, M.Pd. Ketua PDM Pemalang Bulan Ramadhan tahun ....

Suara Muhammadiyah

28 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah