Pemuda Muhammadiyah dalam Fastabiqul Khairat
Oleh: Yoan Pramoga, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Tengah
Hari ini, saat perubahan zaman yang bergerak semakin cepat, pemuda sering dihadapkan pada dua pilihan: menjadi penonton atau menjadi pelaku sejarah. Pilihan pertama menjadikan pemuda sekadar mengikuti arus, sedangkan pilihan kedua menempatkan pemuda sebagai penggerak perubahan. Dalam konteks inilah konsep fastabiqul khairat menemukan relevansinya. Fastabiqul khairat bukan sekadar ajakan untuk berbuat baik, tetapi juga dorongan untuk berlomba menghadirkan kemanfaatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Bagi Pemuda Muhammadiyah, fastabiqul khairat merupakan bagian dari identitas gerakan. Sejak berdirinya Muhammadiyah, semangat berlomba-lomba dalam kebaikan telah diwujudkan melalui dakwah, pendidikan, pelayanan kesehatan, gerakan sosial, hingga pemberdayaan masyarakat. Nilai ini menegaskan bahwa ukuran keberhasilan bukan terletak pada seberapa banyak pujian yang diterima, melainkan seberapa besar manfaat yang diberikan.
Di era digital saat ini, tantangan yang dihadapi pemuda semakin kompleks. Arus informasi bergerak tanpa batas, persaingan global semakin terbuka, dan berbagai persoalan sosial muncul dalam bentuk yang baru. Pada saat yang sama, bangsa membutuhkan generasi muda yang mampu menjaga persatuan, memperkuat kedaulatan, serta menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Sebagaimana ditegaskan dalam berbagai refleksi kebangsaan Muhammadiyah, masa depan Indonesia sangat bergantung pada keterlibatan aktif generasi muda dalam menjawab tantangan zaman.
Oleh karena itu, fastabiqul khairat bagi Pemuda Muhammadiyah tidak cukup dimaknai sebagai kesalehan individual. Ia harus diterjemahkan menjadi gerakan sosial yang nyata, produktif, dan berdampak luas. Pemuda Muhammadiyah dituntut hadir sebagai pelopor yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga memikirkan kemajuan masyarakat dan bangsa.
Fastabiqul Khairat merupakan prinsip yang mengajarkan bahwa setiap muslim harus menjadi yang terdepan dalam hal kebaikan. Semangat ini mendorong lahirnya pribadi yang aktif, kreatif, dan memiliki orientasi pengabdian. Dalam tradisi Muhammadiyah, berlomba dalam kebaikan bukanlah kompetisi untuk mencari popularitas, melainkan perlombaan untuk memperluas manfaat.
Pemuda Muhammadiyah memiliki modal besar untuk mewujudkan nilai tersebut. Mereka berada pada fase kehidupan yang penuh energi, idealisme, dan keberanian untuk melakukan perubahan. Potensi ini menjadi kekuatan apabila diarahkan pada kegiatan yang produktif dan berorientasi pada kemaslahatan.
Fastabiqul khairat dapat diwujudkan melalui berbagai bidang kehidupan. Dalam bidang pendidikan, Pemuda Muhammadiyah dapat menjadi pelopor gerakan literasi, pendampingan belajar, serta pengembangan kapasitas generasi muda. Dalam bidang sosial, mereka dapat hadir membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi, bencana, maupun berbagai persoalan kemanusiaan lainnya. Dalam bidang dakwah, mereka dapat menyebarkan nilai-nilai Islam yang berkemajuan melalui pendekatan yang bijaksana dan mencerahkan.
Semangat berlomba dalam kebaikan ini juga harus diwujudkan dalam pemanfaatan teknologi digital. Dunia maya saat ini menjadi ruang baru yang sangat berpengaruh terhadap cara berpikir masyarakat. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah perlu menjadi produsen gagasan, bukan sekadar konsumen informasi. Mereka harus menghadirkan konten edukatif, narasi persatuan, serta gagasan kemajuan yang mampu memberikan pencerahan bagi masyarakat.
Fastabiqul khairat menuntut keberanian untuk memulai. Banyak persoalan bangsa yang tidak akan selesai hanya dengan kritik dan keluhan. Dibutuhkan tindakan nyata, sekecil apa pun bentuknya. Seorang pemuda yang mengajar anak-anak di lingkungan sekitarnya, menggerakkan kegiatan sosial, atau membangun usaha yang membuka lapangan pekerjaan, sejatinya sedang menjalankan nilai fastabiqul khairat dalam kehidupan nyata.
Dengan demikian, fastabiqul khairat bukan hanya slogan yang diucapkan dalam forum-forum organisasi. Ia adalah energi yang menghidupkan gerakan, menggerakkan langkah, dan melahirkan karya yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Menjadi Pelopor Kebaikan untuk Bangsa Indonesia Berkemajuan
Indonesia saat ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan tanggung jawab kebangsaan. Persoalan kemiskinan, ketimpangan, pendidikan, kerusakan lingkungan, hingga tantangan kedaulatan digital memerlukan kontribusi nyata dari generasi muda.
Di sinilah peran strategis Pemuda Muhammadiyah. Sebagai bagian dari gerakan Islam yang berorientasi pada kemajuan, Pemuda Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan tersebut. Fastabiqul khairat harus menjadi jalan untuk melahirkan inovasi, kreativitas, dan pengabdian yang berkelanjutan.
Menjadi pelopor kebaikan berarti berani mengambil inisiatif ketika banyak orang memilih diam. Menjadi pelopor berarti hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Menjadi pelopor berarti menawarkan solusi ketika persoalan terus bermunculan. Kepeloporan semacam ini telah menjadi bagian dari sejarah panjang Muhammadiyah dalam membangun bangsa.
Lebih jauh lagi, fastabiqul khairat harus menjadi budaya kolektif. Kebaikan tidak boleh berhenti pada individu, tetapi harus berkembang menjadi gerakan bersama. Ketika setiap kader berlomba menghadirkan manfaat, maka organisasi akan tumbuh menjadi kekuatan sosial yang mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat.
Pada akhirnya, fastabiqul khairat adalah panggilan sejarah bagi Pemuda Muhammadiyah. Dunia mungkin berubah, teknologi mungkin berkembang, dan tantangan mungkin berganti wajah. Namun kebutuhan akan kebaikan tidak pernah berubah. Bangsa ini akan terus membutuhkan pemuda yang mampu menyalakan harapan, memperkuat persatuan, dan menghadirkan kemajuan.
Pemuda Muhammadiyah harus berdiri di barisan terdepan dalam perlombaan tersebut. Sebab sejarah tidak ditulis oleh mereka yang hanya menunggu, tetapi oleh mereka yang bergerak. Fastabiqul khairat bukan sekadar ajakan untuk menjadi baik, melainkan seruan untuk menjadi yang pertama dalam menghadirkan kebaikan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

