BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Kajian Ahad pagi masjid Al Muttaqin Tanjung Elok tanggal 26 April 2026 mendatangkan pembicara Ust. Sujiman,MA. dalam kajiannya yang dihadiri sekitar 200an jamaah ini mengambil tema Nasehat Luqman Kepada Anaknya. Ini adalah model pendidikan Islam yang harus dipahami umat Islam. Jamaah kajian ini juga ada yang berasal dari luar perumahan.
Dalam kajiannya Ust Sujiman menyampaikan dengan diawali membaca surat Luqman ayat 12-14 bersama-sama. Dalam tafsir surat tersebut mengandung banyak pelajaran mengenai cara mendidik anak yang sesuai kaidah atau secara Islami. Inti pendidikannya meliputi pendidikan akidah atau anti syirik, hormat pada orang tua, tanggung jawab sosial dalam hal ibadah dan amal soleh, pengendalian diri atau sabar dan rendah hati.
Disampaikan lebih lanjut bahwa dalam QS Luqman ayat 13 yang artinya “(Ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat dia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah mempersekutukan Allah! Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) itu benar-benar kezaliman yang besar.”. Ayat ini menjelaskan kepada anaknya agar tidak sampai berperilaku mempersekutukan Allah atau syirik. Hal ini menekankan bahwa aqidah itu sebagai fondasi. OLeh karena itu pendidikan anak harus dimulai dengan penanaman akidah yang lurus, agar mereka tumbuh dengan kesadaran bahwa hidup memiliki tujuan dan arah yang jelas, sehingga tidak terjerumus pada dosa besar, karena syirik termasuk dosa besar.
Selanjutnya disampaikan mengenai pendidikan akhlak yaitu birrul walidain atau berbakti pada orang tua. Ayat 14–15 menekankan pentingnya menghormati dan berbakti kepada orang tua, terutama ibu yang telah mengandung dan menyusui dengan penuh pengorbanan. Anak dididik untuk memiliki rasa syukur, hormat, dan kasih sayang kepada orang tua, selama tidak bertentangan dengan ketaatan kepada Allah. Ayat ini menegaskan berbakti kepada kedua orang tua, terutama ibu, dengan kasih sayang, meskipun orang tua mengajak pada syirik, anak tetap wajib menolak dengan sopan.
Kesadaran moral dan tanggung jawab merupakan pendidikan selanjutnya dalam surat Luqman. Pada ayat 16 Luqman mengingatkan anaknya akan konsep akidah yang besar yaitu adanya balasan Allah atas amal yang dilakukan oleh hambanya. Ayat 16 mengingatkan bahwa sekecil apa pun perbuatan, baik atau buruk, akan mendapat balasan dari Allah. Hal ini menanamkan rasa tanggung jawab pribadi pada anak, bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.
Tafsir selanjutnya yaitu pendidikan disiplin Ibadah dan amal Kebajikan tercantum dalam QS. Luqman : 17. Ini nasehat besar, untuk menegakkan sholat, memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, serta bersabar terhadap musibah yang dihadapi. Ayat 17 menekankan pentingnya mendirikan shalat. Shalat bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga sarana pembentukan disiplin, kesabaran, dan kedekatan spiritual.
Sujiman menyampaikan pelajaran kelima yaitu pendidikan akhlak yaitu tidak sombong. Makna surat Luqman ayat 18 adalah jangan bersikap sombong. Melarang anaknya agar dia tidak berjalan di muka bumi dengan angkuh, dengan sombong, berbangga dengan berbagai nikmat Allah. Hal ini menyangkut etika sosial dan kesederhanaan. Ayat 18–19 mengajarkan agar tidak sombong, tidak memalingkan wajah dari orang lain, berjalan dengan rendah hati, dan berbicara dengan suara yang lembut. Pendidikan anak harus menanamkan sikap rendah hati, sopan santun, dan komunikasi yang baik.
Ditafsir selanjutnya atau yang terakhir dalam hal pendidikan anak adalah pendidikan untuk hidup sederhana dan santun dalam bicara untuk bersikap sederhana dan juga santun dalam berbicara. Luqman mengingatkan anaknya bahwa Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
Surat Luqman menunjukkan bahwa pendidikan anak menurut Al-Qur’an bukan sekadar transfer ilmu, tetapi pembentukan karakter yang utuh: akidah, ibadah, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. (Eka)

