Pengajian UMKU Mengulas Tafsir At-Tanwir Surat Al Fatihah

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

1681
Foto Istimewa

Foto Istimewa

"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tujuh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung."  (Q.S. Hijr : 87)

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Pengajian rutin Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU) dengan luring dibuka oleh  Dr. H. Rizka Himwan, M.Psi. Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Kudus, dan menghadirkan pembicara  Dr. Muhammad Muttaqin, M.H. dengan moderator Toni Ardi Rafsanjani, M.Pd.I. 

Muttaqin yang juga Ketua  Majelis Tarjih Pimpinan Daerah Muhammdaiyah Kabupaten Jepara  menyampaikan materi tentang ‘Tafsir At Tanwir Surat Fatihah”, yang dihadiri Pengurus Badan Pembina Harian, Dosen dan Tenaga Kependidikan UMKU, Senin, 21 Juli 2025.

Sedangkan Muttaqin menjelaskan bahwa ada 4 (empat) nama dalam surat Al Fatihah, pertama, Al Fatihah (pembuka, awal surat dalam Al Qur’an), kedua, Ummul kitab (induk Al Qur’an), ketiga, Sab’ul matsani (tujuh kata yang diulang ulang dalam sholat dan tidak membosankan). sesuai dalam Q.S. Al Hijr ayat 87, keempat, Asas (pondasi), Al Maroghi jilid 1.

Muttaqin menjelaskan kembali bahwa dalam ayat pertama dalam surat Al Fatihah, memberikan makna sebagai berikut : Melimpahkan rahmat dan kebaikan kepada hambaNya tanpa pengecualian dan tanpa batas, bersifat temporel dan tidak permanen (hanya di dunia),  makna arrahman sesuai surat Al A’rof ayat 156, serta melimpahkan rahmat dan kebaikan kepada hambaNya, khusus yang beriman dan taat kepada Allah sampai hari akhir, bersifat permanen di dunia dan akhirat,  makna  Arrahim sesuai Surat An nahl ayat 97.

Muttaqin menjelaskan kembali bahwa ayat ke 2 dalam surat Fatihah mengenai asal usul kehidupan, alam semesta ada diciptakan oleh Allah dan berlangsungnya alam semesta ini dalam pemeliharaan dan aturan Allah, serta tidak mungkin sesuai ada, muncul dengan sendirinya, hanya Allah Tuhan yang maha pencipta dan tidak ada yang menciptakanNya. Sifat Rahman dan Rahim adalah sifat yang melekat dalam diri Allah yang berimplikasi pada ihsan (kebaikan) Allah kepada hamba-Nya. Karena itu tidak mungkin Allah memiliki sifat Rahmah tetapi berbuat kejam walaupun hamba-Nya melanggar hukum Allah. (Supardi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah- Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Kasihan Bantul te....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Berita

LAMONGAN, Suara Muhammadiyah - Sebagai upaya membantu fakir miskin, anak yatim, dan masyarakat lainn....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

Gerakan Beternak Ayam Petelur Fungsional MPM PP Muhammadiyah SLEMAN, Suara Muhammadiyah – Ing....

Suara Muhammadiyah

18 November 2023

Berita

PALU, Suara Muhammadiyah - Penantian panjang civitas akademika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Pa....

Suara Muhammadiyah

4 October 2025

Berita

JAMBI, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Ranting Istimewa ‘Aisyiyah New South Wales (PRIA NS....

Suara Muhammadiyah

16 July 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah