Pengasuhan Anak Tak Lagi Baik-Baik Saja, Gerakan Parenting Perlu Diperkuat

Suara Muhammadiyah

1 August 2026

121
Dr Rohimi Zamzam, SPsi, SH, MPd. Foto: Taufik

Dr Rohimi Zamzam, SPsi, SH, MPd. Foto: Taufik

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tidak dapat dinafikan, pengasuhan menjadi sangat penting. Lebih gamblangnya lagi, pengasuhan di era digital memasuki fase yang genting.

Demikian Rohimi Zamzam menegaskan, Jumat (31/7) saat Pengajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Aula KH Ahmad Dahlan Gedung Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Kota Jakarta Pusat.

“Tidak bisa lagi bilang kita sedang baik-baik saja, tidak. Kita sedang tidak baik-baik, kiri-kanan, atas-bawah kita diterpa. Kita sedang di lampu merah, tidak lagi di lampu kuning,” terang Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah itu.

Atas situasi demikian itulah, Rohimi mengajak perlu mencari jalan untuk menemukan solusi tepat dan logis di atas kompleksitas masalah pengasuhan keluarga saat ini. Lantas, apa yang mesti dilakukan?

“Mandatori yang diberikan di Muktamar sebagai sebuah program, terutama di ‘Aisyiyah, yaitu gerakan parenting dari ranting sampai ke ranting. Tidak cukup ‘Aisyiyah sendiri, butuh kolaboratif,” tekannya.

Pakar Psikologi Anak itu menyebut, keluarga yang di dalamnya orang tua meniscayakan memainkan peran vitalnya di situ. “Posisi orang tua sebagai arsitek otak anak,” tegasnya.

Dalam perspektif Neurosains membuktikan hubungan hangat, komunikasi positif, dan kasih sayang memperkuat sinaps otak semakin kuat. “Yang berperan dalam kecerdasan, regulasi emosi, dan karakter anak,” lanjut Rohimi.

Karena itu, menjadi mendesak upaya memperkuat ketahanan keluarga. Mengapa begitu penting? Galibnya, kemampuan keluarga untuk bertahan, beradaptasi, dan berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Banyak tantangan tidak sekadar ekonomi, tapi juga sosial, budaya yang juga akhirnya memengaruhi keluarga tetap hidup harmonis, sehat, produktif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Rohimi.

Penekanan lain dari tantangan era digital, yakni kian majunya peranti teknologi. Yang pasti, teknologi bukan musuh, tetapi alat yang harus dikelola sebagaima semestinya.

“Anak-anak membutuhkan pendampingan agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar dan beribadah, bukan hiburan,” terangnya.

Di samping yang lain mencakup bonus demografi, dan lebih khususnya lagi, AI dan media sosial yang kian masif bermekaran. “AI telah mengubah cara belajar, bekerja, bahkan cara manusia berpikir,” tambahnya.

Yang lain, kecanduan internet dan game online. Berpangkal dari data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, 88,99% pengguna internet untuk media sosial di Indonesia mayoritas anak usia 5 tahun ke atas. “Adapun sebanyak 98,70% anak mengakses ponsel pintar, sisanya 11,87% dengan laptop,2,29% dengan computer destop, dan 0,18% dengan lainnya,” bongkar Rohimi.

Menurutnya, penggunaan internet oleh anak dapat memberikan dampak negatif akibat paparan konten. Yakni situs dewasa yang berpengaruh negatif pada perubahan laku, karakter, dan moral, anak mengikuti trend negatif dari media sosial, dan anak menjadi malas, tidak peduli lingkungan sekitar, pupusnya rasa kedisiplinan, mengalami kecemasan sosial, dan gangguan emosi.

Sisi lain, Rohimi menyingkap, 3,73% anak di bawah 5 tahun mendapatkan pola pengasuhan keluarga tidak efektif, yang turut menyokong masalah pelik tersebut. Demikian nukilan data Hasil Survei Sosial Ekonomi BPS tahun 2020.

Pada saat yang sama, survei Sumargi, Sofronoff, dan Morawska, di mana 273 orang tua di Indonesia dan Australia menunjukkan kebanyakan orang tua menggunakan strategi pengasuhan kurang efektif pada anak, seperti berteriak marah pada anak, memaksa anak, dan memberikan ceramah yang panjang lebar.

“Pengasuhan yang penuh kasih sayang, lembut, dan bijak akan membentuk anak yang bahagia, berakhlak mulia, dan berprestasi,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Kegiatan penyaluran ba....

Suara Muhammadiyah

23 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - “Ujian yang menimpa diri kita yang kurang enak dan kemudian k....

Suara Muhammadiyah

8 November 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah kota Makassar bakal menggelar....

Suara Muhammadiyah

23 April 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Himpunan mahasiswa prodi Farmasi (Himprofar) UM Bandung kembali ....

Suara Muhammadiyah

1 August 2025

Berita

PANGKEP, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan bersama Pan....

Suara Muhammadiyah

15 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah