CIANJUR, Suara Muhammadiyah - Upaya penguatan dakwah Muhammadiyah melalui pendekatan ekonomi umat terus menunjukkan geliat yang progresif. Hal ini tampak dalam kegiatan penelitian yang dilaksanakan oleh Tim Dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI). Penelitian ini didukung oleh Lembaga Al Islam dan Kemuhammadiyahan (LAIK UMMI), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sukabumi (LPPM UMMI) serta mendapatkan dukungan dari Majelis Diktilitbang di program RisetMu.
Penelitian ini diketuai oleh Ika Sofia Rizqiani, S.Pd.I., M.S.I., dengan anggota dosen Sistiana Windyariani, M.Pd., Dr.Fajar Riza Ul Haq, M.Si., Dr.Andri Moewashi Idharul Haq, S.Th.I., M.M., dan Fathia Frazna Az-zahra, M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan riset kolaboratif, yakni M.Abdul Aziz, Aisya Naurah Shyfa, Thania Rizkita, dan Try Suci Wulandari.
Kegiatan penelitian ini berfokus pada eksplorasi model dakwah berbasis pemberdayaan ekonomi yang telah dikembangkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cianjur. Dalam praktiknya, PDM kabupaten Cianjur menunjukkan inovasi yang menarik dengan mengintegrasikan dakwah dan ekonomi sebagai satu kesatuan strategi gerakan.
Salah satu bentuk konkret dari penguatan ekonomi umat di PDM Kab. Cianjur adalah keberadaan Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) yang menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
Keunikan lain yang menjadi sorotan dalam penelitian ini adalah hadirnya program MBM (Makan Bergizi Muhammadiyah). SPPG yang dikelola oleh Bendahara Umum PDM Kabupaten Cianjur sekaligus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cipanas di bawah koordinasi Bapak Dadan Slamet Riyadi, S.E., M.M, Program ini menjadi contoh konkret bagaimana cabang Muhammadiyah Cipanas dibawah pengawasan PDM Kab.Cianjur ini mampu menjadi pusat pengembangan ekonomi sekaligus dakwah berbasis komunitas.
Para relawan dan mitra dalam pengelolaan SPPG PCM Cipanas ini mayoritas adalah para kader Muhammadiyah dan Aisyiyah Cipanas. Pemasok sayuran, beras dan kebutuhan program MBM ini berkolaborasi dengan para petani yang termasuk pada Jaringan Tani Muhammadiyah (Jatam) yang ada di Kabupaten Cianjur.
Tidak hanya itu, keberadaan SPPG PCM Cipanas yang berlokasi di Islamic Center Muhammadiyah (ICM) turut memperkuat ekosistem dakwah berbasis ekonomi di wilayah tersebut, menghidupkan perekonomian dan secara tidak langsung menguatkan UMKM dilingkungan Cipanas, serta SPPG PCM Cipanas ini berperan sebagai pusat aktivitas pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi.
Ketua tim penelitian, Ika Sofia Rizqiani, menyampaikan bahwa pendekatan dakwah melalui ekonomi memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan Muhammadiyah di tengah masyarakat.
“Dakwah tidak hanya dilakukan melalui mimbar, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Model seperti yang dikembangkan di Cianjur ini sangat strategis untuk direplikasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik sekaligus praktis dalam pengembangan model dakwah Muhammadiyah yang adaptif dan berkelanjutan. Integrasi antara dakwah dan ekonomi menjadi kunci dalam membangun basis jamaah yang kuat sekaligus mandiri secara finansial.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendukung penguatan gerakan Persyarikatan melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara akademisi, struktur organisasi Muhammadiyah, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan inovasi dakwah yang relevan dengan tantangan zaman.
Dengan berbagai inovasi yang telah dikembangkan, PDM kabupaten Cianjur menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah dapat terus berkembang melalui pendekatan yang kontekstual, solutif, dan berorientasi pada pemberdayaan umat. Semoga PDM Kabupaten Cianjur dibawah kepimpinan bpk KH.Saepul Ulum, M.Si dapat menjadi inspirasi dan angin segar bagi penguatan ekonomi di Muhammadiyah Cianjur. Hal ini tertuang dalam buku hasil penelitian yang berjudul “Kapita Selekta Muhammadiyah: Analisis Perjalanan dan Perkembangan PDM Kabupaten Cianjur”. (diko)
