Peningkatan sebuah Keniscayaan, Agar Kehidupan Tidak Stagnan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
121
Foto Istimewa/Pixabay

Foto Istimewa/Pixabay

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan telah usai. Dan, saat ini, memasuki bulan baru; bulan Syawal, namanya.

Jika mendedah kata Syawal, maknanya adalah naik, meningkat, dan peningkatan. Pada titik ini kemudian, umat Islam mesti melakukan peningkatan di aspek segalanya.

“Kemampuan orang akan meningkat sejalan dengan optimalisasi dalam menghadapi tantangan,” kata  Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Rabu (18/3) di SM Tower Malioboro Yogyakarta.

Haedar mengingatkan, seseorang yang melakukan peningkatan secara bertahap dalam hidupnya, niscaya akan terjadi transformasi ke arah yang lebih baik lagi.

“Kalau sudah meningkat, dia akan maju hidupnya,” bebernya. 

Sebaliknya, jika tidak pernah berintrospeksi diri seraya mencandra titik-titik mana yang mesti dilakukan peningkatan, maka hidupnya stagnan.

“Kalau di zona nyaman terus, dia tidak akan maju. Jadi harus betul-betul meningkatkan,” tegas Haedar.

Peningkatan 3R

Lebih jauh lagi, Abdul Mu’ti mengaksentuasi konteks peningkatan di sini. Yakni meningkatkan amalan yang telah diejawantahkan selama Ramadhan.

Yang hal tersebut, ditandai dengan 3R. Pertama, refreshing; social refreshing (menyegarkan hubungan sosial) dan spiritual refreshing (menyegarkan kembali spiritualitas). 

“Kita segarkan kembali keimanan, hubungan sosial kita. Itu kunci bahagia,” jelas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut, belum lama ini.

Kedua, reunion. Maknanya, terjadi perkumpulan di antara sesama, yang tidak lama bersua, bisa bertemu di satu waktu. Dengan tarik simpulnya, merekatkan kekerabatan. 

“Bersatu kembali yang kemarin terputus. Kalau kita tidak bersatu maka kita tidak akan bisa maju,” ucap Mu’ti.

Ketiga, recreation. Kata Mu’ti, memiliki makna menciptakan kembali gagasan dan ide yang baru sehingga jadi lebih baik lagi.

“Karena itu, supaya kita punya banyak gagasan, punya semangat yang lebih baik lagi, orang sering bilang perlu rekreasi,” ujarnya.

Di sinilah esensi bulan Syawal sesungguhnya. Saatnya, lakukan peningkatan pada momen bulan Syawal ini untuk hidup jauh lebih bermakna dan berwarna. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah – Bertempat di Aula Kasman Singodimejo, Universitas Muhammadiyah....

Suara Muhammadiyah

21 October 2023

Berita

Universitas Muhammadiyah Jakarta Jadi Tuan Rumah Workshop Pemeringkatan PTMA 2025 JAKARTA, Suara Mu....

Suara Muhammadiyah

24 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pandu Kehormatan Wreda HW Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan....

Suara Muhammadiyah

11 September 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengg....

Suara Muhammadiyah

4 December 2024

Berita

IPANI Jawa Tengah Bersama FIKES UMP Gelar Seminar Nasional Keperawatan Anak  PURWOKERTO, Suara....

Suara Muhammadiyah

21 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah